Mahasiswa Fisipol UKI Ikuti Kuliah Umum Dengan Tema “Indonesia dan Asean Pasca 2015”

Prosatu.com Jakarta – Universitas Kristen Indonesia ( UKI ) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan thema ” Indonesia dan Asean Pasca 2015″, acara ini diikuti oleh para mahasiswa FISIPOL UKI, yang bertempat di Ruang Seminar UKI

Dalam samabutaannya Dekan UKI, Angel mengatakan Indonesia punya pengaruh di Asean, dan Indonesia diharapkan dapat melakukan banyak peranan yang bisa diambil, seperti kita ketahui ASEAN baru saja merayakan hari jadinya yang ke- 50 tahun.

“Banyak catatan yang berhasil oleh ASEAN tetapi masih banyak juga PR untuk ASEAN , misalnya pelanggaran HAM, kasus perbatasan baik itu di darat maupun di laut dan masalah lingkungan, masalah asap dan masalah hutan yang semakin sedikit, dan ini merupakan PR bersama dan kepentingan bersama,” kata Angel di Kampus UKI, Rabu (13/9/2017).

Sementara itu Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Bandung Prof. Yanyan Mochammad Yani Mair., Ph.D menyoroti mengenai keamanan maritim Indonesia dengan menjaga pulau-pulau kecil terbuat di Indonesia.

“Kita harus dapat menjaga pulau -pulau kecil terluar di Indonesia ini dan pulau yang memerlukan perhatian yang sangat besar sebab dikhawatirkan akan diokupasi oleh pihak asing, dengan adanya doktrin Presiden Joko Widodo tahun 2014 yang menyatakan bahwa Indonesia sebagai Negara poros maritim dunia,” ujar Prof Yanyan.

Prof Yanyan menambahkan mengapa ASEAN itu sangat penting bagi Indonesia, bahwa orang yang paling dekat dengan kita selain keluarga adalah tetangga, Indonesia merupakan ASEAN, jikalau tidak ada Indonesia maka tidak ada ASEAN.

“Pemahaman mengenai Politik Luar Negeri Indonesia adalah modal dasar dalam menganalisis Negara Indonesia di ASEAN, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi Politik Luar Negeri Indonesia, yaitu nasionalisme, pembangunan ekonomi, dan politik domestik, pengaruh Indonesia kemudian ditentukan oleh doktrin dari Pemimpin Indonesia dari masa ke masa,” jelasnya.

Indonesia harus menekankan pentingnya persiapan Free Trade Area of The Asia-Pacifik (FTAAP) yang direncanakan pada tahun 2020, dan juga menekankan pentingnya memperhatikan rencana Tiongkok untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra Maritim yang dikenal dengan yang mencakup 60 negara,” pungkas Yanyan.