Prosatu. com Jakarta – Pilkada DKl Jakarta yang berlangsung harl inl diikutl oleh tiga pasangan calon (paslon) yalm Agus Harimurti Yudhoyono -Silviana Mumi, Anles Baswedan Sandiaga Uno, Basukl Tjahaya Pumama Djarot Saiful Hidayat. Bagaimanakah indikasi hasil Pilkada DKI harl lnl?
LKPl telah mangadakan survel Exit Poll untuk melihat indikasi perolehan suara inl. Exit poll dilakukan dengan cara wawancara terhadap sejumlah orang yang telah mencoblos di TPS yang telah dlpllih secara acak. Jumlah responden dalam exit poll ini adalah 744 responden yang tersebar dl 500 TPS terplllh. Dengan jumlah sampel yang demikian margin of error dari exit poll lnl adalah +/3.5% pada tlngkat kepercayaan 95%.
Hasil Exit Poll menunjukkan bahwa Paslon Anies-Sandi mengunggull dua paslon laln dengan perolehan 31.05%. Tempat kedua ditempatl oleh Paslon Basukl-Djarot dengan 20.30%. Sedangkan Paslon Agus~Sylvi menempati posisi buncit dengan perolehan 15.73%. Sementara suara Rahasla sebanyak 32.93%. Bila suara Rahasla ini didistribukan secara normal ke maslng-masing paslon,’maka besar kemungkinan Pllkada akan berlangsung dua putaran, dengan paslon Anies-Sandl berhadapan dengan paslon Basuki-Djarot.
Direktur Riset LKPl Tatak Ujiyati mengatakan Anies-Sandi didukung oleh pemillh pemula dibawah usla 24 tahun (36.4%), pelajar (47.3%) dan PNS (41.7%)”.
“Pasangan Anies-Sandi didukung penuh oleh kalangan Muhammadiyah (50%) dan mereka yang mengaku sebagai orang NU (37.2%). Tiga suku terbesar cll Jakarta yaltu Betawl, Jawa dan Sunda juga leblh banyak mendukung paslon Anies~Sandi,” ujar Tatak di Hotel Sofyan Jakarta, Rabu (15/2/2017).
Sementara itu ahli strategi dan komunikasi politik yang juga Direktur Eksekutif LKPI, Dendi Susianto mengatakan kemenangan paslon Anies-Sandi dan Basuki-Djarot ini bukan merupakan sesuatu yang mengejutkan,
“Dalam satu bulan terakhir ini nampak bahwa tingkat elektabilitas kedua paslon ini cenderung meningkat sementara paslon Agus-Sylvi cenderung turun,” ujar Dendi. (hdt)
















