Prosatu.com Banten – Kesuksesan keripik singkong ting ting dari desa Cikareo Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang Banten, ternyata turut mendorong kemunculan pelaku bisnis serupa yang ingin menjajaki peruntungannya di bisnis keripik singkong pedas. Dari potongan singkong tipis yang digoreng gurih ini ternyata telah membawa Hartono, pemilik UD. Dikari meraih sebuah kesuksesan.
Produk buatan warga itu lantas menjadi perbincangan ke beberapa kampung karena memang renyah dan gurih. Tak ayal, warga sekitar pun lantas mengikuti jejak mengolah singkong menjadi keripik. “Kebetulan daerah kami adalah penghasil singkong,” kata Hartono.
Melihat teman-temannya sukses membuat keripik, Hartono yang awalnya hanya sebagai agen penjual keripik, akhirnya terjun membuat keripik singkong pada 2008. Dia mengusung merek Jawara dan Anugerah untuk produknya.
Dia mengaku, keripik singkong buatannya sudah sampai ke Tangerang dan sekitarnya, Cengkareng, Tanjung Priok, Palmerah, Bintaro, Bekasi, Bogor dan Pekanbaru dengan beraneka ragam rasa seperti, rasa orginal, asin, cabe pedas, balado, kering dan basah serta yang terbaru rasa jeruk.
Hartono juga melibatkan kerabatnya dalam berbisnis keripik singkong ini. Ada yang ikut bekerja dengannya membuat keripik, ada pula yang menjadi agen penjual. Diakui Hartono kesuksesan bisnis keripik singkong ini telah mengangkat perekonomian masyarakat desa Cikareo berkat bantuan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero.
”Saya sangat berterima kasih pada PNM yang bukan hanya memberikam permodalan namum juga membimbing saya sehingga kripik singkong Jawarah dan Anugrah bisa naik kelas dan berhasil mengubah wajah desa Cikareo Solear menjadi lebih baik,” terangnya.
Cut Ria Dewanti Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha Dan Jasa Managemen PNM menuturkan UD. Dikari yang di pimpin Hartono satu dari ribuan nasabah PNM yang telah mengapai sukses. Hartono melalui UD Dikari menjadi nasabah PNM melalui program Mekaar.
“PNM bukan hanya pemberian pinjaman modal kepada usaha informal dan UMKM namun PNM menyediakan pendampingan dalam proses kegiatan usaha nasabah bersangkutan, menyangkut aspek teknis proses produksi, packing, pemasaran, dan keuangan,” katanya, kemarin.
Cut Ria menceritakan UD Dikari menjadi nasabah PNM sejak tahun 2011, kala itu tempat berproduksi di lahan seluas 3 x 6 meter dengan karyawan sebanyak 15 orang. Iaberharap dengan keberhasilan yang di capai Hartono dapat merangsang awak media untuk berwirausaha.















