L’Oréal Foundation Usung Perempuan Dalam Bidang Sains

Prosatu.com Jakarta – Sejak berdirinya L’Oréal, sains telah menjadi dasar inovasi perusahaan di seluruh dunia. Sebagai perusahaan kecantikan terbesar di dunia, L’Oréal berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan perempuan dalam sains. Perempuan dalam sains memiliki peran besar dalam mengembangkan Indonesia menjadi negara yang maju dan berbasis sains. Semangat ini dituangkan ke dalam kampanye global #ChangeTheNumbers untuk melakukan gerakan yang dapat memperbaiki persepsi publik mengenai ilmuwan perempuan. Hal ini disampaikan dalam sebuah acara bincang-bincang bersama rekan media dengan pembicara: Dr Ines Atmosukarto, L’Oréal-UNESCO FWIS 2004 International Fellow; Dr. Fenny M. Dwivany, L’Oréal-UNESCO FWIS 2007 International Fellow; dan Melanie Masriel, Head of Communications PT L’Oréal Indonesia.

Jumlah, peran dan pengaruh perempuan dalam dunia sains telah mengalami perubahan, tetapi perubahan tersebut tidak berjalan secepat yang diharapkan. Data dari LIPI menunjukkan rasio jumlah peneliti di Indonesia saat ini hanya 90 peneliti berbanding dengan 1 juta penduduk. Rasio jumlah peneliti ini masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain, di India saja rasio penelitinya sudah mencapai 140 per 1 juta penduduk. Di negara maju seperti Amerika rasionya 5000 peneliti untuk 1 juta penduduk. Data UNESCO menunjukkan kesenjangan gender dalam dunia sains masih cukup tinggi. Faktanya di Indonesia, jumlah ilmuwan perempuan baru mencapai 30%. Masih ada persepsi yang mengindikasikan bahwa sains bukanlah dunia yang ramah untuk kaum perempuan.

Jumlah ilmuwan perempuan di Indonesia memang masih jauh dibandingkan negara-negara lain. Menanggapi hal ini, CEO dan Managing Director Lipotek Pty Ltd Canberra sekaligus L’Oréal-UNESCO FWIS 2004 International Fellow, Dr Ines Atmosukarto berujar: “Seperti profesi lainnya, menjadi seorang ilmuwan perempuan tentu ada tantangannya sendiri. Salah satunya adalah tidak adanya jam kerja tetap. Sebagai ilmuwan kita harus stand by ketika penelitian berlangsung. Ini menyebabkan munculnya stereotip bahwa ketika Anda sudah berkeluarga maka karir penelitian Anda harus ditinggalkan; ataupun sebaliknya, jika Anda ingin menjadi ilmuwan perempuan, Anda tidak bisa berkeluarga. Persepsi dalam masyarakat menunjukkan bahwa dunia penelitian dan keluarga tidak dapat berjalan beriringan. Memang tidak mudah, namun dengan dukungan penuh dari keluarga serta passion yang menyala, saya beruntung bisa menjalankan keduanya secara beriringan.”

Menurut Dr. Fenny M. Dwivany, Associate Profesor Biologi Molekuler di ITB dan L’Oréal-UNESCO FWIS 2007 International Fellow: “Jatuh bangun menjadi seorang ilmuwan perempuan di Indonesia biasanya berhubungan dengan pendanaan dan ketersediaan infrastruktur. Namun seorang ilmuwan itu tidak boleh patah semangat, terus bertanya, terus mencari jalan keluar. Sebetulnya banyak cara dengan mengembangkan networking kita sehingga masalah-masalah yang dihadapi bisa diselesaikan. Sains itu butuh ketekunan. Seorang perempuan itu biasanya tekun, maka peran perempuan diperlukan dalam sains. Untuk menyelesaikan sebuah masalah juga perlu berbagai sudut pandang yang berbeda, sehingga peran pria dan wanita perlu diseimbangkan.”

L’Oréal Indonesia terus menyerukan diperlukannya peningkatan peran perempuan dalam dunia sains dan sebagai perusahaan yang berakar pada sains, L’Oréal terus berkomitmen untuk mengembangkan sains mulai dari tingkat global hingga nasional. Sudah lebih dari satu dasawarsa L’Oréal Indonesia bersama dengan KNIU bekerjasama dalam membina komunitas sains dari berbagai tingkat pendidikan. Mulai dari L’Oréal For Women in Science sebagai apresiasi bagi para perempuan peneliti; L’Oréal Sorority in Science yang adalaha sebuah program beasiswa untuk membantu mahasiswa yang mengambil bidang sains melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi; serta L’Oréal for Girls in Science untuk remaja sekolah menengah atas yang tertarik akan sains. Melalui program-program ini, L’Oréal bertujuan meningkatkan jumlah siswa perempuan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menaruh minat pada sains.

”L’Oréal percaya bahwa dunia membutuhkan sains dan sains membutuhkan perempuan. Untuk mengubah jumlah ilmuwan perempuan di Indonesia, L’Oréal Indonesia telah memperkenalkan sebuah kampanye digital yang diusung oleh L’Oréal Foundation, bertajuk ‘#ChangeTheNumbers’. Kampanye global ini bertujuan untuk mengubah persepsi publik terhadap perempuan di bidang sains dan menarik lebih banyak perempuan untuk memilih karier di bidang sains,” jelas Melanie Masriel, Head of Communications, PT L’Oréal Indonesia.

Terdapat 6 komitmen yang digagas sebagai bagian dari kampanye #ChangeTheNumber, L’Oréal Indonesia yaitu: 1) Mendorong generasi perempuan muda mengembangkan minat dan karir di bidang sains; 2) Mendobrak segala rintangan yang menghalangi ilmuwan perempuan dalam meniti karir di bidang sains; 3) Membuka selebar-lebarnya akses bagi ilmuwan perempuan untuk menduduki posisi senior & pucuk pimpinan di dunia sains; 4) Mengangkat profil perempuan peneliti terkait kontribusinya terhadap kemajuan sains dan perkembangan masyarakat; 5) Memastikan tercapainya kesetaraan jender melalui partisipasi dan kepemimpinan pada simposium maupun kegiatan keilmiahan lainnya; dan 6) Memfasilitasi mentoring & jejaring bagi peneliti muda untuk memudahkan perencanaan dan pengembangan karir sesuai aspirasinya.

“L’Oréal Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung kampanye global #ChangeTheNumbers dengan cara membuka www.Fwis.fr serta mendaftarkan diri untuk menyebarkan kampanye dan membantu mengubah jumlah ilmuwan perempuan saat ini. Mari bersama-sama kita #ChangeTheNumbers dan tingkatkan peran perempuan dalam sains,” tutup Melanie Masriel.