Dialog Nasionalisme Bersama Aliansi Kebangsaan

Prosatu.com Jakarta – Indonesia merupakan negara geografi dengan ribuan pulau-pulau yang menjadikan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, maka Indonesia sangat membutuhkan landasan ideologi yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD’45.

Setelah merdeka 71 tahun lalu Indonesia merupakan suatu negara yang sedang berkembang tetapi tingkat perkembangan ekonomi masih dibilang sangat tertinggal bila di bandingkan dengan negara tetangga.

Didin S, Guru besar ekonomi politik IPB menilai Indonesia belum berhasil mensejahterakan secara adil kepada rakyat,bangsa dan negara Indonesia.

“Pancasila sejak awal orde reformasi mengalami sebuah pengambangan makna yang radik. Indikasinya adalah massifnya kekuranganpahaman para generasi baru saat ini dalam mengenal dan memaknai arti Pancasila, distorsi ini merata di seluruh Indonesia,” ungkap Didin dalam kata sambutannya dalam Diskusi Kebangsaan di Hotel Sultan, Jakarta,Jumat (23/9/2016).

Pancasila harus dapat merekatkan kembali serpih-serpih ketimpangan-ketimpangan ekonomi, politik, sosial, rasa primordialistis dan komunalistik yang terjadi saat ini.

“Saya berharap semua dapat membawa bangsa ini keluar dari carut-marut permasalahan yang mendekap erat bangsa ini jalan-nya adalan perkokoh pondasi keberadaan keindonesiaan kita sebagai sebuah bangsa yang satu,” pungkas Didin

Dialog ini menghadirkan para nara sumber yang ahli untuk membedah dan mencari solusi dari dialog tersebut, diantaranya Pontjo Sutowo ( ketua Aliansi Kebangsaan), Prof. Dr. Didin S. Damanhuri ( Guru Besar Ekonomi politik IPB), YudiLatif, Ph.D(Negarawan), Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Dr. Saafroedin Bahar (Penggiat Aliansi). (hdt)