12 Tahun Peringatan Tragedi Bom Kuningan

Prosatu.com Jakarta – Dua belas tahun lalu (9 September 2004), sebuah bom terorisme berdaya ledak tinggi (high explosive) mengguncang kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Bom yang meledak di depan Kedutaan Besar Australia tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 102 luka-luka.

Dua belas tahun telah berlalu, para korban dan keluarganya masih mengingat betul peristiwa itu
yang mengakibatkan dirinya luka-luka maupun merenggut nyawa anggota keluarganya.

Hari ini mereka memperingati tragedi Bom Kuningan. Momen ini bukan untuk meratapi peristiwa naas itu tapi untuk mengingatkan kembali seluruh elemen bangsa bahwa aksi terorisme sangat berbahaya dan mengancam manusia dan kemanusiaan. Dampak nyata sadisme terorisme bisa dilihat pada diri korban, apa yang dialami dan dirasakan oleh para korban.

Melalui peringatan ini diharapkan seluruh elemen bangsa dapat bersinergi untuk mencegah aksi
terorisme agar tidak ada lagi aksi terorisme dan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban
terorisme.

Sebagian korban telah ikhlas menerima takdir Tuhan Yang Maha Kuasa atas peristiwa yang menimpanya dua belas tahun silam. Kini mereka telah bangkit dan menatap kehidupan dengan penuh harapan. Bahkan sebagian korban telah mengkampanyekan perdamaian.

Korban atau lebih dikenal dengan Penyintas yang berada di Forum Kuningan kemudian bergabung dengan komunitas korban se-Indonesia yakni Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) yang bekerja sama dengan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), para korban melakukan kegiatan kampanye perdamaian kepada generasi muda dan kalangan pendidik.

Sudah ada sejumlah Korban Bom Kuningan yang terlibat dalam kampanye perdamaian. Kampanye
damai dilakukan dengan cara mereka menceritakan kisah hidupnya yang terkena dampak bom terorisme. Berdasarkan pengalaman yang ada, suara korban sangat efektif dan berkesan bagi orang yang mendengarnya. Setelah melihat kondisi fisik korban yang mengalami cacat permanen, dan mendengarkan kisahnya, mereka mengaku tersadarkan tentang bahaya dan dampak aksi terorisme.

Diharapkan para korban yang lain dapat ikut serta dalam menyuarakan perdamaian kepada masyarakat. Sebab korban adalah pasukan alternatif untuk mencegah aksi terorisme. Hanya merekalah yang tahu dan yang merasakan betapa sadisnya terorisme.