Prosatu.com Jakarta – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta, Muhamad Idrus mengakui, proses pencalonan yang dilakukannya untuk menjadi Bacagub 2017 adalah dalam rangka menjembut Takdir.
“Saya sedang proses pencalonan diri menjadi Gubernur DKI Jakara 2017, artinya apa yang saya cari sekarang ini untuk menjemput takdir. Takdir itu tidak bisa ditunggu, tidak bisa menunggu dirumah saja. Jadi takdir itu harus dijemput dengan ikhtiar, dengan usaha yang kuat, dan juga yang terpenting selalu bertawakkal kepada Allah. Apa yang ditakdirkan hari ini dan akan datang,” ujar Idrus dalam buka puasa bersama Anak Yatim Warga Kebon Sirih di Jakarta, Sabtu (18/6).
Jakarta hari ini menurut dia, semua tempat yang baik. Oleh karena itu, harus dijaga bersama-sama. Hari ini membuat hati dan pikiran semua pihak harus tenang dan bahagia.
“Bahagia itu bukan berarti punya rumah gede dan mewah. Rumah gede tapi tidak kenal sama tetangga juga was-was. Yang terpenting apa yang kita miliki dan apa yang dapat hari ini harus kita syukuri dari Allah SWT,” ucap Idrus.
Idrus pun mengkritik pada pemerintah yang tidak tanggap atas kenaikan harga kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan melambung tinggi setiap memasuki Bulan Ramadhan.
“Hari ini harga naik semua. Setiap bulan Ramadhan barang-barang dipasar naik semua. Seperti Bayam yang baru seminggu kemarin biasa Rp3 ribu tiga ikat sekarang sudah Rp5 ribu hanya 3 ikat, belum lagi ikan dan lainnya. Memasuki bulan Ramadhan, pemerintah tidak bisa mengontrol barang-barang,” kata Idrus.
Menurut dia, seharusnya pemerintah dapat mengontrol barang-barang agar tidak mahal. “Besok ke depannya, kita bikin barang menjadi murah tetapi harus menghadirkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tapi kita harus punya uang agar bisa secara sendiri bisa mengatur sendiri. Mau beli apapun bukan negara yang ngatur, yang terpenting kita punya uang bisa kelola sendiri agar bisa membeli makanan dengan harga yang murah,” ungkap Idrus.
Sekarang saja negara tidak mempunyai model untuk membangun masyarakat pinggiran agar tumbuh dan berkembang. Sebagai contoh masyarakat yang tinggal di pesisir hidupnya makin terhimpit, disana kalau bulan purnama pasti banjir. Kalau negara tidak punya model terhadap orang susah ketemu orang susah pasti susah hidupnya.
Jadi kalau negara sudah tidak mempunyai konsep dari orang tidak mempunyai uang lalu dapat memiliki uang. Jadi yang masyarakat mau, bila hari ini bisa makan ayam, besok bisa makan di KFC, begitu juga keinginan bisa naik haji.
Untuk itu bila dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017 mendatang, ada tiga hal utama yang menjadi prioritas untuk dikerjakan, pertama Pendidikan.
“Besok Insya Allah sekolah akan murah, sekarang sekolah pake kartu tapi digeseknya saja tidak bisa dan susah untuk menukarnya. Yang penting kita bisa beli sepatunya sesuai keinginan kita, bisa atur dan bisa nawar, seperti harga sepatu Rp100 ribu dan bisa ditawar Rp 75 ribu kan. Jadi KJP bisa diatur oleh kita sendiri. Jangan disuruh membeli tempat yang ditentukan seperti harus membeli ditoko Bata yang harganya bisa mahal,” jelas Idrus.
Kedua, rakyat ke depan harus diberi modal kerja, harus diberi modal usaha. Kalau tidak maka masyarakat yang tidak memiliki skill/kemampuan hanya akan menjadi cleaning service,office boy terus, yang dimana masyarakat Jakarta dilahirkan dan tinggal.
“Besok rakyat harus punya uang dan modal sendiri. Besok program Rp 1 Juta untuk 1 RW. Jadi program bagaimana menggerakkan ekonomi rakyat, dengan diberi usaha rakyat, Insya Allah bisa,” tutur Idrus.
Ketiga, program lingkungan. “Artinya kedepan yang kita bangun lingkungan bisa bahagia, bukan dimana lingkungan setiap hari-harinya ada ketakukan yang akan digusur. Kita punya konsep warga Jakarta harus punya rumah di Jakarta, jadi program dimana rakyat Jakarta punya rumah di Jakarta,” pungkasnya. (al)















