Prosatu.com Jakarta – Hampir semua masyarakat telah mendengar dan melihat seorang Penjual sate yang tetap mengipas daging yang menjadi dagangannya saat ledakan di Jalan MH Thamrin yang ramai dibicarakan di media sosial.
Dia adalah Jamal (66), penjual sate di Jalan Sabang, Jakarta Pusat bersama istrinya Heni (50), yang tak gentar mendengar ledakan bom yang di picu oleh teroris.
Kini Jamal mendapat apresisasi dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (Apkli) menjadi duta pedagang kaki lima Internasional yang dianggap telah mempertahankan apa yang menjadi hak nya seorang warga untuk menjaga mata pencariannya meskipun nyawa menjadi taruhannya.
” Pak jamal telah memberikan contoh kepada seluruh rakyat kalau hak masyarakat untuk mencari kehidupan tak akan gentar meskipun berhadapan dengan teror sekalipun “, ujar Ketua Umum Akpli, Dr. Ali Mahsum saat memberikan keterangan pers di Jakarta,(22/1/2016)
Lanjut ketua umum Apkli , ” Apa yang di lakukan pak jamal mengirimkan sebuah pesan dengan tegas kepada seluruh masyarakat indonesia maupun masyarakat asing bahwa ekononi rakyat tidak boleh diteror dan tidak bisa di intimidasi”, ungkapnya.
Bahkan ujar ketua umum apkli, Pak jamal mengingatkan rezim jokowi dan jk sampai gubernur dan walikota bahwa pedagang kaki lima bukanlah sampah dan mereka mempunyai hak hak ekonomi untuk menghidupi diri sendiri dan Negara harus hadir melindungi ekonomi dan melindungi mata pencarian rakyat baik pedagang kaki lima maupun umkm untuk mempenahan guna menghadapi Masyarakat ekonomi Asean, tutup Ali Mahsum. (ind/ps)
















