Prosatu.com Jakarta – Permasalahan narkoba yang sudah masuk ke dalam kondisi darurat, dimana tingkat penyalahgunaanya sudah sangat meresahkan berbagai pihak. Oleh sebab itu kita harus lebih berhati-hati dan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan penyalahgunaan narkoba yang suatu saat dapat mengancam lingkungan kerja maupun tempat tinggal.
“Lingkungan kerja bersih narkoba menunjang terlaksananya target perusahaan secara maksimal. Pasalnya, karyawan bekerja secara optimal karena fisik dan jiwanya tidak rusak akibat narkoba.Karyawan dapat berkonsentrasi secara penuh karena akal pikirannya serta dirinya,“ujar Dr H. Bachtiar H.Tambunan, Deputi Dayamas BNN pada acara Penguatan Kapasitas Penngiat Anti Narkoba pada Lingkungan Instansi Swasta di hotel Five Jakarta Timur.
Dikatakan Bachtiar bahwa saat ini di Indonessia kontribusi jumlah penyalahguna terbesar berasal dari kelompok pekerja, karena mereka memiliki kemampuan finansial dan tekanan kerja yang besar sehingga tingkat stres tinggi dan turut memicu orang untuk menggunakan narkoba.
“Dan selain itu mitos yang di percaya bahwa narkoba dapat meningkatkan stamina dan memberikan rasa senang serta percaya diri bagi pengunanya sama sekali tidak benar dan justru menjerumuskan, bahkan banyak penggunan narkoba pada lingkungan pekerja menjadi life style atau gaya hidup,”ungkapnya.
Direktur Alternatif BNN Coki Manurung mengatakan permasalahan penyalahgunaan narkoba sudah menjadi masalah semua bangsa-bangsa di dunia. Sehingga kita semua dituntut untuk dapat mengurangi prevalensi dengan program rehabilitasi. Strategi mengurangi prevalensi narkoba dilakukan dengan terintegrasi, komprehensif dan seimbang untuk mengatasi supply dan demand penyalahguna narkoba.
”Instansi swasta diharapkan dapat mengembangkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkopba (P4GN) di lingkungan kerja masing-masing, sekaligus bersinergi dengan instansi terkait seperti Kemenkes, BNN, Polri,Kemensos, serta membuat program test urine secara berkala,”imbuh Coki.
Sementara Kepala BNN Kota Jakarta Selatan dr. Amrita Devi, SpKJ, M.Si, selaku narasumber menambahkan mindset masyarakat harus berubah terkait para pecandu/ penyalah guna supaya tidak ditangkap tapi harus diobati untuk menyelamatkan mereka.
”Pendekatan bagi penyalah guna narkoba dilakukan melalui metode rehabilitasi untuk mengobati para pecandu yang terlanjur menjadi penyalah guna narkoba Oleh karenanya peranan instansi swasta juga diperlukan untuk mensukseskan gerakan rehabilitasi bagi 100.000 pecandu/penyalah guna melalui lembaga rehabilitasi yang berkualitas,”tukas Amrita (red/ps)
















