Ratusan Buruh Siap Longmarch Langsung di Hadang Polisi

Ratusan Buruh Siap Longmarch Langsung di Hadang Polisi

IMG-20151124-WA0017

Prosatu.com Jakarta – Aksi Mogok Nasional ratusan serikat buruh di Indonesia sudah dimulai sejak tadi pagi. Puluhan ribu massa buruh tersebar di beberapa titik baik pabrik maupun kawasan Industri. Aksi ini sebagai bentuk kecaman dari gerakan buruh terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat, yaitu pengesahan PP 78 tahun 2015.
Namun aksi ini mendapat hadangan dan tindakan pemukulan dari aparat kepolisian. Pagi tadi, sekitar pukul 11 WIB, ratusan massa buruh di kawasan MM2100 di hadang puluhan polisi bersenjata lengkap. Tak lama pembubaran paksa massa buruh yang hendak menuju kawasan industri Gobel Cibitung, di warnai aksi pemukulan. Sejumlah polisi memukul dengan pentungan dan mengancam akan menendang massa aksi yang akan longmarch.

Tak hanya itu, salah satu massa aksi, Adit (FPBI PT. Unipack), ditangkap dan dipukul polisi karena melakukan pengambilan gambar (memfoto) saat terjadi pemukulan. Adit ditangkap karena diduga sebagai wartawan yg akan meliput kejadian. Adit beserta kameranya ditahan dan dimasukkan ke mobil polisi.

Situasi ricuh ini membuat massa terpecah. Barisan buruh FSPMI kembali kepabrik masing-masing. Sementara ratusan massa aksi dari FPBI tetap jalan langsung menuju ke Gobel Cibitung.

Salah satu anggota FPBI Unipack ( Adit ) ditangkap dan dipukul polisi karena melakukan pengambilan gambar (memfoto) saat terjadi pemukulan. Adit ditangkap karena diduga sebagai Wartawan yang akan meliput kejadian. Adit beserta kameranya ditahan dan dimasukkan ke mobil polisi.

Sehari sebelumnya, berbagai elemen serikat buruh yang tergabung Gerakan Buruh Indonesia (GBI) melakukan konferensi pers dan kecaman terhadap para pengurus Apindo. Gerakan Buruh Indonesia mengklaim telah memiliki berbagai bukti yang mengarah pada tindakan Apindo untuk menghambat aksi mogok nasional dengan mengumpulkan sejumlah pihak untuk melakukan kekerasan terhadap mogok nasional buruh di berbagai tempat, terutama kawasan industri di Bekasi.
Pimpinan Gerakan Buruh Indonesia, Said Iqbal, mengancam akan menggugat secara hokum terhadap pihak yang dianggap bertanggungjawab terhadap pengorganisiran upaya pidana pembubaran paksa dan pemukulan di berbagai kawasan yang terjadi hari ini.

“Tergugat pertama adalah Hariyadi Sukamdani, Ketua Apindo. Kedua adalah Suryadi Sasmita, Walik Ketua Apindo. Ketiga adalah Sofyan Wanandi, Penasehat APINDO,” tegas Iqbal. (red/ps)