LSJ: Lima Menteri Jokowi Memberi Harapan Positif

LSJ: Lima Menteri Jokowi Memberi Harapan Positif

lsj

Prosatu.com Jakarta – Tingkat kepuasanpubliksecaraumum terhadap pemerintahaan Jokowi Widodo -JK menunjukkan kecenderungan menurun. Ditengah trend penurunan kinerja pemerintahan Jokowi-Kalla, sejumlah menteri masih memberikan harapan positif kepada publik, seperti menteri KKP Susi Pudjiastuti, Mendikbud Anies Baswedan, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Mensos Khofifah Indar Parawansa dan MenPANRB Yuddy Chrisnandi.

Hal tersebut disimpulkan dari hasil survei terbaru Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang dilaksanakan pada tanggal 27 s/d 30 Oktober 2015, pengumpulan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon dengan pedoman kuesioner.

“Survei dilakukan kepada seluruh warga negara Indonesia antara lain, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, denpasar, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, medan, Palembang, Padang, Pontianak dan Balikpapan,” jelas Peneliti Utama LSJ Ikhsan Rosidi, Kamis (5/11/15) di Kopitiam Tam, SCBD Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Ikhsan menjelaskan, selain itu survei ini juga dilengkapi dengan studi kualitatif berdasarkan analisis media dan studi kuantitatif berdasarkan sumber-sumber sekunder. “Penilaian ini dilakukan bukan karena potret kinerja obyektif menteri, namun berdasarkan persepsi masyarakat ketika ditanya pasti jawabannya berbeda-beda,” tandasnya.

Bila dirangkum katanya, persepsi masyarakat menilai menteri yang dipilih baik kinerjanya karena penampilan dan gaya dalam terjun kelapangan dan dekat dengan masyarakat.

Adapun persepsi masyarakat menyebutkan 5 (lima) menteri yang kinerjanya cukup baik berdasarkan urutan yakni Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama dengan responden sebanyak 64,3%, disusul Anies Baswedan (42.5%), Rizal Ramli (40,1%), lalu Khofifah Indar Parawansa (39,6%) dan diurutan 5 (lima) diduduki Yuddy Chrisnandi.

Ditempat yang sama, Direktur Riset LSJ Rendy Kunia menjelaskan, survei yang dilakukan LSJ ini sebanyak 831 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara sistematis (systematic random sampling) dengan simpangan kesalahan (margin of error) +/- 3,4 persen dan tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. “Ini tidak dimaksudkan untuk mempresentasikan pendapat seluruh masyarakat Indonesia karena survei ini dibiayai oleh Yayasan Survei Jakarta yang tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu,” tandasnya. (jn/ps)