Prosatu.com Jakarta – Selama satu tahun pemerintahan Jokowi-JK belum terlihat program Nawacita yang didengung-dengungkan saat kamapnye pilpres lalu. Tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi -Jk dibidang pelayanan publik terus berkurang jika dibandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya.
Berdasarkan hasil temuan LKP,bagian terbesar publik (44,3%) mempersepsikan bahwa birokrasi pelayanan publik “semakin baik” sebanyak 42.8% mempersepsikan “sama saja” dengan pemerintahan sebelumnya,dan hanya 10,5% yang menyatakan bahwa birokrasi pelayanan publik di era pemerintahan Jokowi-Jk “semakin buruk” jika di bandingkan dengan era pemerintahan sebelumnya. Pada survei LKP mei 2015,responden yang menyatakan “semakin buruk” masih sebesar 16,7%, dengan demikian,tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja birokrasi pemerintahan dibidang pelayanan publik mengalami penurunan.
CEO LKP Usman Rachman mengatakan meskipun tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Jk sedikit mengalami penurunan,namun kinerja birokrasi pemerintahan dalam bidang pelayanan publik justru di persepsikan membaik.
“Survei LKP yang dilaksanakan tanggal 24 s/d 29 Oktober 2015 di 34 provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 784 responden. Sampel ini di ambil melalui teknik multi-stage random sampling. Dengan ambang kesalahan (margin of error) dari survei ini adalah +/- 3,5% dan level Conviden 95%,” ujar Usman Rachman di Restoran Pulau Dua Jakarta, Selasa (3/10/2015)
Membaiknya kinerja birokrasi pelayanan publik tentu tidak lepas dari berbagai program yang dilakukan jajaran kementerian PAN dan Reformasi birokrasi yang di pimpin Yuddy chrisnandi,sebanyak 34,2% responden menilai kementerian PANRB memiliki kinerja yang baik dan menempatkan di urutan kelima dari 34 kementerian yang di survei LKP.kementerian lain dalam kabinet kerja Jokowi-Jk yang juga di persepsikan publik berkinerja baik adalah kementerian KKP,kementerian sosial,dan kementerian perhubungan.
Sejumlah menteri di persepsikan berkinerja buruk oleh publik,nama menteri yang berkinerja kurang baik,nama Menpora Imam Nahrowi paling banyak disebut,sebanyak 49,7% responden menyebut Imam Nahrowi sebagai menteri yang berkinerja kurang baik,Menpora Imam Nahrowi praktis tanpa prestasi sama sekali.
Sedangkan. menteri-menteri lainnya yang juga dipersepsikan berkinerja buruk baik oleh publik adalah Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menkeu Bambang Brojonegoro, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Menko Sumber Daya Puan Maharani dan Menteri ESDM Sudirman, seperti halnya dalam survei sebelumnya, juga merupakan menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK yang kinerjanya dinilai kurang baik.
Salah satu yang menarik dari temuan LKP adalah fenomena Rizal Ramli,meskipun sejumlah pengamat menuding Rizal Ramli kerap bersikap vokal dan membuat kegaduhan melalui kritik kritik tajamnya terhadap sejumlah pejabat publik,publik justru mengapresiasi dan mempersepsikan positif terhadap kinerja menko kemaritiman itu. (hdyt)
















