Prosatu.com Majalengka – Bertempat di desa Kulur kecamatan Majalengka kabupaten Majalengka Jawa Barat, Kamis (29/10), pada acara panen jagung swasembada pangan melalui program Upaya Khusus (Upsus). Panen jagung hibrida yang dilakukan kelompok tani sayur desa Kulur dengan luas hamparan panen 150 ha, pada hamparan pertanaman 635 ha. Lokasi ini merupakan salah satu areal yang mendapat kegiatan PAT jagung hibrida.
Asisten Daerah II Kabupaten Majalengka H Riezwan Graha yang mewakili bupati Majalengka mengatakan bahwa Kabupaten Majalengka merupakan salah satu Kabupaten sentra produksi komoditas tanaman pangan jagung di Jawa Barat.
“Kabupaten Majalengka merupakan penghasil jagung terbesar ke 2 di provinsi Jawa Barat setelah Kabupaten Garut, Majalengka kini berupaya untuk terus meningkatkan produksi jagung hibrida dan harapan saya para petani yang tergabung dalam kelompok tani terus meninggkatkan produksi agar menjadi nomor satu di Jawa Barat sehingga tujuan akhir untuk swasembada berkelanjutan berjalan dengan baik,” ujar H Riezwan.
Produksi jagung di Provinsi Jawa Barat kini terus meningkat, pada tahun 2014 Produksi jagung sebesar 1.047.007 ton sedang pada tahun 2015 meningkat menjadi 1.051.120 ton meningkat 0.39%. Dukungan pemerintah Pusat kepada Kabupaten Majalengka pada tahun 2015 meningkat sebanyak 55,42% dari tahun 2014. Pada tahun 2015 alokasi dana Kementan untuk Kebupaten Majalengka sebesar 49,36 M, sedangkan pada tahun 2014 hanya sebesar 31,76 M.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Ir. Diden Trisnadi, MP mengatakan komoditas jagung Jawa Barat yang telah berhasil mencapai angka produktivitas tertinggi se-Indonesia, ini di karenakan jawa barat sebagai pusat benih untuk palawija, kedelai, jagung dan lainnya.
“Jawa Barat dapat di katakan sebagai provinsi benih, hal ini dapat di lihat dari keberhasilan produktifitas yang di tunjang oleh para petani yang menggunakan benih jagung hibrida,” jelasnya.
Di tempat yang sama Komandan Korem 063 Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Sutjipto, menambahkan, upaya khusus (upsus) tanam padi, jagung dan kedelai yang dilakukan TNI dalam upaya mempercepat swasembada pangan diwilayah Korem 063/SGJ masuk peringkat ke dua se-Indonesia. Keberhasilan program pemerintah yang dilaksanakan jajaran TNI, khususnya Kodam III/Siliwangi tidak terlepas dari kebersamaan antara TNI dan masyarakat, khususnya petani.
Di antara program yang dilakukan dalam tugas militer selain perang, TNI bersama para penyuluh lapangan turun ke sawah dan ladang untuk membantu petani guna menaikkan produksi pangan. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah yang digelorakan oleh Presiden Joko Widodo dalam memperkuat ketahanan pangan
“Kami terus dukung dan bantu petani dan masyarakat sesuai dengan wewenang dan kapasitas kami dan kita tinggal memaksimalkan lagi kinerja dilapangan,” ungkap Danrem. (hidyt)
















