Prosatu.com Jakarta – Universitas Tarumanagara (Untar) kembali menjadi tuan rumah forum diskusi interaktif tahunan untuk membahas perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan yang digagas bersama Garuda TV ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas kebijakan publik serta arah pembangunan nasional.
Ketua Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan dialog publik tersebut. Menurutnya, forum ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program dan kebijakan strategis pemerintah.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, pimpinan dan sivitas akademika Untar, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Ariawan mengapresiasi keberlanjutan kolaborasi antara Yayasan Tarumanagara dan Garuda TV. Forum ini merupakan penyelenggaraan kedua di lingkungan Untar setelah kegiatan serupa sebelumnya mendapat sambutan positif.
“Kegiatan ini sangat positif bagi kita untuk memperdalam pemahaman mengenai apa yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah saat ini, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Masyarakat perlu mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan serta kebijakan strategis pemerintah agar dapat memberikan masukan dan dukungan yang konstruktif,” ujar Ariawan.
Ia menambahkan, pemberitaan yang konstruktif dan positif diperlukan untuk mendukung pembangunan bangsa. Karena itu, Yayasan Tarumanagara membuka ruang kolaborasi dan dialog yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Selain menaungi Universitas Tarumanagara, yayasan tersebut juga menaungi Institut Tarumanagara, Rumah Sakit Royal Taruma, serta sejumlah unit usaha lainnya.
Evaluasi Ekonomi hingga Supremasi Hukum
Forum refleksi pemerintahan Prabowo-Gibran ini membahas berbagai pencapaian dan tantangan pemerintah dari sejumlah perspektif, mulai dari politik, hukum, ekonomi, budaya, hingga kesejahteraan masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di kisaran 5 persen dinilai menjadi landasan yang perlu diperkuat untuk mendorong pencapaian target tersebut.
Selain ekonomi, supremasi hukum dan arah kebijakan pemerintah turut menjadi bagian dari evaluasi. Diskusi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami kebijakan pemerintah sekaligus menyampaikan pandangan secara langsung.
Keterlibatan berbagai unsur pemerintahan, termasuk jajaran menteri kabinet, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta pejabat tinggi negara lainnya, memperkaya perspektif dalam pembahasan kebijakan publik.
Melalui forum tersebut, transparansi dan keterbukaan informasi diharapkan semakin meningkat sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam mengawal pembangunan nasional.
Pendidikan Gratis Jadi Perhatian
Wacana pendidikan gratis yang disampaikan Presiden Prabowo juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam forum tersebut.
Gagasan tersebut dipandang sebagai cita-cita yang perlu didukung, mengingat akses pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Meski demikian, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan, dukungan anggaran, serta pengawasan yang berkelanjutan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara merata.
Penambahan anggaran pendidikan dinilai sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, implementasi kebijakan di tingkat lapangan tetap perlu mendapat perhatian agar tidak berhenti pada perencanaan dan alokasi anggaran semata.
Pengawasan terhadap pelaksanaan program menjadi penting untuk memastikan masyarakat, termasuk kelompok yang membutuhkan, memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Dorong Dialog Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
Penyelenggaraan forum refleksi pemerintahan untuk kedua kalinya di Untar diharapkan menjadi awal dari penguatan ruang diskusi publik yang berlangsung secara berkelanjutan.
Kampus dinilai memiliki peran strategis dalam mempertemukan pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas persoalan bangsa secara terbuka dan konstruktif.
Ariawan menegaskan komitmen Yayasan Tarumanagara untuk mendukung peran media dalam menyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan pemerintah.
“Saya yakin apa yang dilakukan oleh Garuda TV di bawah kepemimpinan Direktur Pak Fahmi adalah demi kemajuan bangsa Indonesia dan tercapainya Indonesia Emas 2045. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kita semua,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan media, forum ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan publik serta mendorong pembangunan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
















