Prosatu.com Jakarta – Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia meluncurkan buku “Unlock Potensi Dirimu” dalam rangkaian acara Halal Bihalal yang digelar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Sabtu (18/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan karakter bangsa di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi.
Peluncuran buku karya Vita Soemarno ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas pentingnya pembangunan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam keterangannya, pihak yayasan menilai bahwa derasnya arus informasi dan perubahan sosial saat ini menuntut penguatan jati diri bangsa. Pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan pembentukan karakter yang kuat.
Buku yang diterbitkan Litera Mediatama pada Maret 2026 ini terdiri dari 200 halaman dan terbagi dalam lima bagian. Isinya membahas proses mengenali diri, membangun karakter, menetapkan tujuan hidup, hingga refleksi hidup bermakna. Buku ini juga menjadi karya kedelapan yang diterbitkan oleh yayasan tersebut.
Menurut penyelenggara, buku “Unlock Potensi Dirimu” dirancang tidak hanya sebagai bacaan inspiratif, tetapi juga panduan praktis untuk membantu individu mengembangkan potensi diri dan membangun integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia sendiri memiliki visi untuk memperkuat identitas nasional melalui pembangunan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Melalui berbagai program, yayasan mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Sejak 2025, yayasan telah menjalankan program berkelanjutan bertajuk “Gerakan Indonesia Berkarakter”. Program ini bertujuan menggerakkan kolaborasi lintas sektor dalam menanamkan nilai, memperkuat keteladanan, serta memberdayakan masyarakat.
Peluncuran buku ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan tersebut sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pembangunan karakter merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya institusi pendidikan, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas.
“Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi membutuhkan lebih banyak pribadi berkarakter. Tanpa karakter, kemajuan akan rapuh,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui sinergi berbagai pihak, pembangunan karakter diharapkan dapat menjadi agenda nasional yang berkelanjutan, guna mewujudkan Indonesia yang tidak hanya maju, tetapi juga bermartabat.
















