Prosatu.com Jakarta – Perempuan dan anak-anak menjadi pihak paling lemah dan banyak menjadi korban dalam krisis Palestina. Sudah lebih dari 74 tahun zionis Israel melakukan ke dzaliman terhadap rakyat Palestina, sebagian diantara target utamanya adalah perempuan dan anak-anak.
Meski begitu peran para perempuan Palestina memberikan andil besar dalam upaya mempertahankan Al-aqsa, murabitah ( penjaga perempuan ) dengan gigih ikut menjaga Al-aqsa di garda depan.
Tidak sedikit diantara mereka berulang kali di tangkap oleh tentara zionis Israel, salah satunya Hanady Halawany yang 25 kali keluar masuk penjara Israel.
Palestinian prisioner society ( PPS ) mengungkapkan 40 tahanan perempuan mengalami kekerasan, mereka mengalami penyiksaan psikologis dan perampasan kebutuhan dasar di penjara Israel.
Sementara itu banyak aktivis internasional yang terjun langsung untuk membantu untuk memperjuangkan hak-hak warga Palestina, Rachel Corrie adalah salah satu dari sekian banyak aktivis asal Amerika yang gigih membela Palestina hingga harus meregang nyawa dibawah buldoser zionis Israel pada maret 2003, Corrie dikenal karena kecintaanya pada perdamaian dan membela hak-hak Palestina.
Perjuangan mereka dalam mempertahankan Al-aqsa patut di apresiasi dan di dukung bersama. Upaya-upaya dukungan kepada murabithah harus terus di gaungkan hingga kaum muslimin mendapatkan kemenangan dan Al-aqsa bebas dari ke dzaliman dan penjajahan.
Untuk itu lembaga kemanusiaan yang konsen pada isu Palestina, Aqsa Working Group ( AWG ) akan menggelar konferensi perempuan internasional untuk pembebasan Al-aqsa di Palestina sebagai salah satu wujud dukungan kepada perjuangan rakyat Palestina dan kaum muslimin dalam membebaskan Al-aqsa dan kemerdekaan nya, konferensi ini mengambil tema “Bergerak Berjamaah Membela Perempuan dan anak-anak Palestina”.
Tujuan konferensi ini adalah membangkitkan kesadaran kaum perempuan terhadap pentingnya peran mereka dalam perjuangan pembebasan Al-aqsa dan Palestina, baik dalam skala nasional ataupun internasional, sekaligus menyuarakan pemenuhan hak dan pembebasan tahanan perempuan dan anak-anak Palestina yang masih berada dalam penjara-penjara zionis Israel.
Pelaksanaan konferensi ini pada kamis, 13 syaban 1443 / 17 maret 2022 di hotel Sofyan Cut Meutia, Cikini, Jakarta Pusat.
















