Prosatu.com Jakarta – Tim kuda hitam, Burkina Faso secara mengejutkan lolos ke babak semifinal Piala Afrika 2021 setelah menang 1-0 atas Tunisia alam laga perempat final diselenggarakan di Roumde Adjia Stadium, Kamerun, Minggu (30/1/2022) dini hari WIB. Menariknya lagi, mereka menang meski tampil hanya dengan 10 pemain.
Duel dua tim kuda hitam ini berjalan cukup ketat. Penguasaan bola didominasi oleh Tunisia, tapi Burkina Faso ternyata lebih efektif saat berada di depan gawang lawannya.
Mereka berhasil mencetak gol semata wayang dalam laga kali ini pada masa injury babak pertama lewat Dango Ouattara. Sang winger melepaskan tembakan di tengah kotak penalti usai memanfaatkan bantuan dari Blati Toure.
Delapan menit jelang bubaran, Dango justru diusir dari lapangan. Beruntung Burkina Faso mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir kendati kalah jumlah pemain.
Burkina Faso mendominasi jalannya pertandingan sejak babak pertama. Namun, mereka sulit menembus pertahanan lawan dan hanya terjadi pertarungan sengit di lini tengah saja.
Baru pada menit 25, Les Etalons mampu mengancam gawang Tunisia lewat Steeve Yago. Namun, tendangan keras yang dilesatkannya mengarah tepat ke pelukan Bechir Ben Said sehinnga dengan mudah diamankan.
Dua menit berselang, gantian Tunisia yang menebar ancaman di barisan pertahanan Burkina Faso. Sayangnya, tendangan bebas Wahbi Khazri yang meluncur ke pojok atas gawang mampu ditepis oleh Herve Koffi.
Lima menit jelang paruh pertama usai, Djibril Outtara nyaris memecah kebuntuan. Akan tetapi, Ben Said dengan sigap menepis tendangan first timenya.
Di penghujung waktu tamabahan babak pertama, akhirnya Dango Outtara mampu menghancurkan tembok kokoh pertahanan Tunisia. Dia melakukan aksi skill individu untuk melewati beberapa pemain lawan sebelum akhirnya menggetarkan jala gawang dengan tendangannya. Alhasil, Burkina Faso unggul 1-0 saat turun minum.
Pada awal babak kedua, Cyrille Bayala hampir berhasil menggandakan keunggulan Burkina Faso. Tembakan kaki kanan pemain berumur 25 tahun tersebut berhasil diselamatkan kiper Tunisia, Bechir Ben Said, di menit ke-50.
Masih tertinggal, Tunisia mencoba berbagai cara untuk membobol gawang Burkina Faso dan menyamakan kedudukan. Namun upayanya selalu menemui kegagalan.
Elang Kartago terus memberikan perlawanan kepada Burkina Faso dengan serangan-serangan balik berbahaya. Bahkan, pada menit 69 Ali Maaloul nyaris menyamakan kedudukan jika tendangan bebasnya tak bisa dihalau oleh Koffi.
Kabar buruk menghampiri Burkina Faso pada menit ke-82. Mereka terpaksa harus bermain dengan 10 orang setelah Dango Ouattara menerima kartu merah. Jelas ini sangat berpotensi menggagalkan keunggulan Burkina Faso.
Untungnya skenario buruk tidak terjadi. Tunisia berusaha sekuat tenaga untuk meruntuhkan pertahanan Burkina Faso, namun selalu menemui kegagalan. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang berbunyi dan Burkina Faso berhak melaju ke semifinal.
Pada babak semifinal nanti, Burkina Faso akan menghadapi pemenang dari laga antara Senegal vs Mali. Burkina Faso bakal memainkan semifinal keempat mereka di Piala Afrika setelah edisi 1998, 2013, dan 2017.
Pencapaian terbaik Burkina Faso di turnamen tersebut adalah menjadi runner up pada Piala Afrika 2013 setelah kalah 0-1 dari Nigeria.
















