Tito Karnavian di Lantik Jadi Kapolri

Prosatu.com Jakarta – Jenderal. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai media tanah air. Pasalnya, Tito Karnavian adalah kandidat tunggal serta perwira tinggi termuda di kepolisian dicalonkan sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun bulan juli 2016.

Ketua DPR, Ade Komarudin menerima surat dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, isi surat tersebut ternyata dari Presiden Joko Widodo terkait penggantian Kapolri.

Dalam surat tersebut, Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri.

Jenderal Pol Tito Karnavian lahir di Palembang, 26 Oktober 1964. Tito Karnavian adalah Angkatan AKABRI 1987 pertama yang telah mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga.

Karir Tito di Kepolisian Republik Indonesia cukup gemilang, berhasil membongkar jaringan teroris Nurdin M Top, Tito Karnavian yang saat itu bepangkat Kombes Pol naik pangkat menjadi Brigjen Pol.

Ketika duduk di bangku kelas 3 di SMA Negeri 2 Palembang, Tito mengikuti ujian perintis, atau seleksi masuk perguruan tinggi, jika sekarang mungkin namanya SNMPTN.

Hebatnya Tito Karnavian, lulus di beberapa Universitas besar tanah air yang menjadi favorit hingga saat ini, seperti, lulus ujian Perintis untuk fakultas Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, serta Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Namun yang dipilihnya saat itu adalah Akabri.

Tito Karnavian lulus dari Akabri tahun 1987 dan menjadi Lulusan terbaik saat itu dan mendapat bintang Adhi Makayasa.

Tito kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Exeter, Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.

Tak berhenti disitu, Tito Karnavian melanjutkan kembali pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang “Police Studies”.

Gelarnya yang panjang di dapat dari beberapa universitas, seperti dari Massey University Auckland di Selandia Baru tahun 1998 dalam bidang Strategic Studies, dan mengikuti pendidikan di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, tahun 2008 sebagai kandidat PhD dalam bidang Strategic Studies. Maret 2013 ia menyelesaikan PhDnya dengan nilai excellent.

Karir Tito Karnavian di kepolisian melesat ketika ia bersama tim Kobra berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dalam kasus pembunuhan hakim agung Syafiudin.

Tito pun mendapat kenaikan pangkat yang luar biasa. Kenaikan pangkat Tito juga berlanjut ketika muncul Densus 88, Tito beberapa kali berhasil membongkar jaringan teroris tersebut dan tentunya mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Seperti pada penumpasan Noordin M Top tahun 2009, Tito yang berpangkat Kombes Pol naik menjadi Brigjen Pol.

Sebelum resmi diangkat Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak 16 maret 2016. Sebelum diangkat menjari Kepala BNPT, Tito menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak 12 Juni 2015.

Pada tanggal 13 Juli 2016, Tito Karnavian resmi dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri menggantikan Badrodin Haiti. Tito pun naik pangkat satu tingkat menjadi Jenderal Polisi. (bzn/ps)