Peran Pusdal Soksi Dalam Mendukung Presiden Jokowi

Peran Pusdal Soksi Dalam Mendukung Presiden Jokowi

Prosatu.com Jakarta – Serikat Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) mendukung, Presiden Jokowi untuk mendirikan Pusat Pengendali Pemenangan (Pusdal) SOKSI dengan Riyadh sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Dukungan Pusdal Soksi itu bukan tanpa alasan, sebab jauh-jauh hari pendiri organisasi buruh sekaligus founding father Partai Golkar yakni Prof. Suhardiman telah memprediksi kepemimpinan seorang Joko Widodo.

Dewan Pimpinan Nasional Pusdal Soksi, Robinson Napitupulu mengatakan, bahwa prediksi sang pendiri Soksi disampaikan sejak tahun 1990, hingga akhirnya disampaikan pada seluruh kadernya yang pada saat itu Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo dan akan dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta 2012 silam.

“Baru pada tahun 2012 muncul lah yang namanya Jokowi yang pernah disebut Suhardiman akan menjadi Presiden RI. Pada tahun 2012 itu Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo periode kedua pada saat itu beliau (Jokowi) digadang-gadang menjadi Gubernur DKI Jakarta,” tutur Robinson saat ditemui di kantornya, Selasa (21/4).

Dari dasar itulah, lanjutnya, Pusdal Soksi mendukung dan mengawal Jokowi untuk maju dalam Pemilihan Presiden pada 2014, akhirnya menjadi kenyataan Joko Widodo terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Soesilo Bambang Yudhoyono saat itu.

“Dukungan Pusdal Soksi sebagaimana diamanatkan Suhardiman tidak hanya sampai Jokowi terpilih sebagai presiden, tetapi hingga akhir masa jabatan yakni sampai 2024 nanti,” ucap Robinson.

Dalam mendukung dan mengawal pemenangan Jokowi menjadi presiden, Pusdal Soksi telah berjuang keras dalam banyak hal baik dari mulai masa kampanye hingga terpilih.

“Namun dalam menjaga amanat pendiri Soksi untuk mengawal Presiden Jokowi ini dirasa kurang kuat jika hanya dari luar, tapi akan lebih efektif jika juga dilakukan dari dalam sistem pemerintahan sebagai bentuk kontribusi nyata tanggung jawab kami,” ujarnya.

Karena, kata Robinson, diprediksi Suhardiman bahwa dalam memimpin negeri ini Presiden Jokowi akan mendapatkan banyak gangguan ancaman juga tantangan, dan akhirnya saat ini terbukti.

“Oleh sebab itu, kami mengingatkan bahwa kami memiliki banyak kader yang mampu membantu Presiden Jokowi untuk ikut membangun negeri ini dalam sistem pemerintahan. Contohnya Riyadh selaku Sekjen Pusdal Soksi dengan latar belakang hukum yang juga kandidat Doktor,” terangnya.

Robinson menuturkan, komunikasi pihaknya dengan Presiden Jokowi berjalan baik sampai saat ini, dan menyatakan langsung kepada Presiden bahwa Pusdal Soksi siap untuk ditempatkan dalam pemerintahan.

Robinson menambahkan, selain Riyad banyak lagi kader kader potensial lainnya yang berlatar belakang pengusaha dan profesional seperti Lawrence Siburian, Misbakhun, Agun Gunandjar Sudarsa, Achmadi Noor Supit dan Neisya Suhardirman.