Padukan Kebudayaan dan Alam, Festival Jatiluwih 2019 Siap Digelar

Padukan Kebudayaan dan Alam, Festival Jatiluwih 2019 Siap Digelar

Prosatu.com Jakarta – Setelah berhasil menggelar festival pada tahun lalu, kini Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih kembali menggelar Festival Jatiluwih untuk yang ketiga kalinya dan akan berlangsung mulai 20-22 September 2019 di D’Uma yang merupakan sebuah bukit seluas 1,6 hektar di tengah persawahan Jatiluwih, Tabanan, Provinsi Bali.

Festival Jatiluwih 2019 mengusung tema Glorofying Dewi Sri for prosperity and harmony yang dimana dalam falsafah Bali berarti kuasa atas kelahiran dan kehidupan dengan ketersediaan pangan di bumi terutama padi.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan bahwa memuliakan Dewi Sri mengandung pemahaman dan pesan agar proses yang terdapat di Jatiluwih ini menjadi perhatian kita semua untuk diyakini, di dorong dan dijalankan sebagai laku lampah memelihara dan melestarikan padi dalam relasinya sebagai aspek penting dalam memaknai kelahiran dan kehidupan untuk kesejahteraan dan harmoni.

“Kami membuat acara Festival Jatiluwih ini selain untuk melestarikan budaya dan tradisi kami juga berupaya untuk memajukan pariwisata dan budaya yang mengutamakan pengalaman dan nilai-nilai masyarakat, kami juga berusaha dengan diadakannya festival ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakt Jatiluwih,” ujar Eka saat ditemui di Jatiluwih (13/9/2019).

Terdapat beberapa rangkaian acara untuk memeriahkan acara Festival Jatiluwih 2019 yang memadukan kebudayaan & Kesenian Tradisional, Seni Pertunjukan, Seni Musik, Seni Rupa, Produk Kreatif dan Kuliner Jatiluwih.

“Dalam acara tersebut akan mengikutsertakan Komunitas, pengisi acara tamu, music kontemporer yang berkolaborasi dengan masyarakat Jatiluwih, Festival ini juga sebagai ajang kebersamaan dan sarana komunikasi pencapaian dari komunitas dan masyarakat Jatiluwih,” jelas Eka.

Sementara itu, Manager Operasional DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa menyebutkan pada festival tersebut akan menghadirkan beberapa bintang tamu nasional dan lokal seperti Gilang Ramadhan, Gus Teja, Nosstress, Balawan, Jun Bintang, Keroncong Jancuk, Planet Bamboo, Emoni, Robi Navicula, Shankara, Rio Sidik Quintet, Keroncong Jancuk dan masih banyak lagi musisi lainnya.

“Yang pasti, Festival tahun ini tidak akan kalah dengan Festival musik lainnya yang banyak digelar diluar sana, pengunjung akan merasakan bagaimana menyaksikan sebuah festival dengan hamparan sawah yang luas serta udara yang sejuk ditemani dengan rangkaian acara festival,” ujar Tirta.

Ia pun berharap dengan diadakannya Festival Jatiluwih yang ke-3 ini akan memajukan pariwisata alam dan budaya serta dapat melestarikan pengembangan seni, budaya dan tradisi masyarakat warga Desa Jatiluwih.

“Dari festival seperti ini, tidak hanya sebagai ajang promosi seni dan budaya, tapi kami juga yakin banyak faktor lain seperti ekonomi, kualitas lingkungan, spiritual, dan tarap hidup masyarakat sekitar akan meningkat,” tandas Tirta.