Mahasiswa Indonesia di Amerika Temukan Biota Baru di Kepulauan Seribu

Mahasiswa Indonesia di Amerika Temukan Biota Baru di Kepulauan Seribu

Prosatu.com Jakarta – KBRI Washington DC, Amerika Serikat melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan, untuk yang kedua kalinya melaksanakan kegiatan Bincang Karya atau BIANKA mengusung tema Marine Mega Biodiversity atau Keanekaragaman hayati laut. BIANKA melibatkan presentasi riset mahasiswa Indonesia pada program master dan doktor yang studi di Amerika Serikat.

Kegiatan BIANKA diluncurkan langsung dari KBRI Washington DC, Amerika Serikat dengan menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Republik Indonesia, Dr. Edhy Prabowo, SE, MM, MBA, yang mengungkapkan keanekaragaman hayati laut Indonesia merupakan kedua terbesar setelah negara Brazil.

Popy Rufaidah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, di Amerika Serikat, mengatakan BIANKA menjadi media penyampaian ide dan gagasan serta solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pada seri kedua BIANKA dipresentasikan hasil karya dari Zulfirman Rahyatel Suth, mahasiswa program master di University of Missouri, Columbia, dan Aji Wahyu Anggoro, mahasiswa progam doktor id University of California, Los Angeles.

Zulfirman menunjukan risetnya untuk mendorong pengaplikasian pendekatan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang menempatkan masyarakat sebagai salah satu pelaku utama. Adanya pengintegrasian kearifan lokal dan interdisiplin keilmuan menghasilkan pembaharuan perspektif dalam praktek-praktek pengelolaan konservasi secara komprehensif. Riset ini menjembatani perubahan di Indonesia melalui proses transfer ilmu dua arah yaitu dari kampus ke kampung dan kampung ke kampus secara kolaboratif untuk pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Aji mempresentasikan riset penerapan ARMS (Autonomous Reef Monitoring Structures) metode terstandarisasi untuk mengetahui keanekaragaman hayati laut. ARMS biasanya ditempatkan di dalam laut untuk beberapa tahun. Selanjutnya dapat terdeteksi sejumlah ikan dan keanekaragaman hayati laut yang tidak pernah terkira sebelumnya dalam mendeteksinya. Salah satu temuan riset yang dilakukan Aji melalui metode ini dilakukan di Pulau Seribu Indonesia, dimana ditemukan lebih dari 5.000 jenis taksa (kelompok biota laut) keanekaragaman hayati laut yang sebagian taksa tersebut belum pernah terdeteksi sebelumnya. Taksa terbaru yang terdeteksi tersebut masih belum memiliki nama walaupun materi genetiknya sudah bisa dikumpulkan.

Popy mengatakan riset mahasiswa Indonesia yang studi di Amerika Serikat dilaksanakan pada universitas top dunia dengan dibimbing ilmuwan berkelas dunia.
Popy juga menyatakan, temuan Aji, menggambarkan betapa besarnya potensi keanekaragaman hayati laut yang belum tereksplorasi sebelumnya. Menjadikan potensi pengembangan riset multidisiplin dan kolaborasi beragam instansi, antara lain, dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (optimalisasi kebermanfaatan ekonomi), Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN (inovasi teknologi eksplorasi kelautan dan perikanan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (pengembangan program studi terapan kelautan dan perikanan), dan Kementerian Pertahanan (pertahanan kemaritiman dan kelautan).