L’Oréal Girls in Science 2015 Mengajak Siswi SMA Untuk Belajar Ilmu Nuklir

L’Oréal Girls in Science 2015 Mengajak Siswi SMA Untuk Belajar Ilmu Nuklir

Ki-Ka Prof. DR. Djarot S. Wisnubroto (Kepala BATAN), Siswi SMA Pembangunan Jaya (Pemenang LGIS 2015) dan Melanie Masriel (Head of Communications, PT L'Oréal Indonesia)

Prosatu.com – Serpong, 20 Mei 2015 – Sebagai bagian dari komitmen untuk medukung perempuan serta kepercayaan mendalam bahwa dunia membutuhkan sains dan sains membutuhkan perempuan, L’Oréal Indonesia bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (MenDikBud) serta Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan kompetisi.

L’Oréal Girls in Science untuk yang kesebelas kalinya. Para juri telah mengumumkan tim siswi dari
SMA Plus Pembangunan Jaya Jakarta sebagai pemenang
L’Oréal Girls in Science (LGIS) 2015 yang diadakan pada tanggal 20 Mei 2015 di BATAN Serpong, Tangerang.

Untuk mempromosikan sains, berbagai aktivitas menarik diselenggarakan sesuai dengan topik yang telah ditentukan, “
Super Heroes Creating Super Solutions for Indonesia”. Melalui program yang berlangsung selama satu hari, tim dari 15 SMA di Indonesia pun diundang ke
Serpong Nuclear Center untuk menggali lebih dalam berbagai manfaat aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Berbagai aktivitas seru dan menarik disajikan termasuk tur ke laboratorium baterai, radiasi dan lingkungan yang dipandu langsung oleh para peneliti BATAN.

“Selamat kepada SMA Plus Pembangunan Jaya Jakarta, sebagai pemenang kompetisi L’Oréal Girls in Science 2015. Ini adalah kesempatan langka untuk bisa melihat langsung manfaat positif dari teknologi nuklir, kami harap pengalaman ini dapat menginspirasi para siswi untuk lebih maju lagi. Dibawah naungan program L’Oréal for Women in Science,

pada tahun 2005 L’Oréal Girls in Science didirikan untuk menularkan semangat L’Oréal dalam bidang riset ilmu pengetahuan dan teknologi kepada generasi muda Indonesia. Sejak itu pula, kami telah secara konsisten mendorong generasi muda, terutama perempuan, untuk mencintai dan menjadikan sains sebagai pendidikan utama,” ujar Melanie Masriel, Head of Corporate Communications, PT L’Oréal Indonesia.

Melanie melanjutkan: “Program yang sebelumnya dikenal dengan nama L’Oréal Girls Science Camp yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswi-siswi SMA terhadap sains, telah berganti nama menjadi L’Oréal Girls in Science (LGIS).

Proses rebranding ini adalah upaya untuk menyelaraskan program ini dengan keseluruhan program dari L’Oréal Indonesia yang telah dijalankan selama 12 tahun, serta memastikan bahwa LGIS memiliki prinsip dasar yang sama dengan
L’Oréal-UNESCO For Women in Science yang ditujukan untuk perempuan muda peneliti dan
L’Oréal Sorority in Science, program baru yang mendorong para mahasiswi untuk berkarir dalam bidang sains. Sebagai perusahaan yang berakar pada sains, L’Oréal Indonesia berusaha untuk mendukung kemajuan perempuan dalam bidang sains dan teknologi dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

“Untuk pertama kalinya, L’Oréal Indonesia dan KNIU MenDikBud berkerja sama dengan BATAN dalam menyelenggarakan kompetisi ini dan memilih ilmu pengetahuan nuklir sebagai tema besar. Bertolak belakang dengan tanggapan masyarakat umum, radiasi dan nuklir dapat dimanfaatkan untuk kemajuan umat manusia. Sama seperti bidang life dan material sains, radiasi dan nuklir merupakan bagian dari sains yang tidak dapat terpisahkan. Ilmu ini bermanfaat untuk memberikan solusi dari berbagai permasalahan dan kebutuhan manusia. Namun sangat disayangkan, masih banyak yang memandang ilmu nuklir sebagai hal yang menakutkan, bukan sebagai solusi.

“BATAN sangat mengapresiasi telah terpilih sebagai mitra dalam satu program yang bertujuan mempromosikan sains kepada generasi muda Indonesia – khususnya siswi SMA. BATAN telah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mengkomunikasikan keunggulan penggunaan teknologi nuklir demi kemajuan umat manusia. Kami berharap kerjasama dengan L’Oréal Indonesia ini dapat membantu menginspirasi generasi muda perempuan untuk lebih mendalami bidang sains dan teknologi nuklir. Semoga melalui kompetisi ini , para siswi SMA yang hadir disini dapat melihat manfaat nyata dari ilmu nuklir, yaitu untuk memberikan solusi super terhadap berbagai masalah dan tantangan di sekitar kita,” jelas Prof. DR. Djarot S. Wisnubroto, Kepala BATAN.

Sejak tahun 2005, program
L’Oréal Girls in Science telah diikuti oleh lebih dari 500 siswi berbakat dan lebih 160 SMA dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini telah dipilih 15 finalis dari SMA di Sumatra, Jawa dan Kalimantan yang masing-masing terdiri dari 3 siswi, untuk bertanding di babak final. Untuk babak penyisihan, 45 siswi ditantang untuk membuat info grafis seputar “Nuclear Fun Facts”. Info grafis ini nantinya akan digunakan BATAN untuk mensosialiasikan manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.

“Tidak mudah bagi kami untuk menentukan pemenang dari LGIS 2015 karena semua tim sangat berdedikasi dan penuh semangat untuk mengerti lebih dalam mengenai ilmu nuklir. Saya bersama tim juri sangat kagum dengan info grafis yang telah dibuat. Para siswi berhasil menunjukkan kegunaan dari radiasi nuklir di sektor pertanian, kesehatan dan industri, dengan sangat menarik dan mudah untuk dimengerti,” ujar Dr. Eni Sugiarti M. Eng, salah satu juri LGIS 2015 dan pemenang L’Oréal-UNESCO FWIS National Fellowship 2012.

“Kami berharap program tahunan
L’Oréal Girls in Science akan terus memaparkan sains dengan cara yang menyenangkan. Dengan menunjukkan betapa mengasyikkannya bidang sains, kami berharap hal ini dapat menginspirasi para perempuan muda belia yang merupakan generasi peneliti masa depan Indonesia dan memberikan sumbangsih untuk kemajuan Indonesia dan dunia,” tutup Melanie Masriel.