Korban Ijazah Palsu STT Setia Arastamar Datangi MA Tuntut Keadilan

Korban Ijazah Palsu STT Setia Arastamar Datangi MA Tuntut Keadilan

Prosatu.com Jakarta – Puluhan korban ijazah palsu STT Setia Injil Arastamar menuntut Mahkamah Agung (MA) untuk menindaklanjuti dengan mengeluarkan salinan putusan terhadap kedua terpidana Rektor Matheus Mangentang dan Direktur Pendidikan Ernawaty Simbolis ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur agar Jaksa dapat mengeksekusinya.

Tuntutan para puluhan korban ijazah palsu STT Setia Injil Arastamar dilakukan dengan melakukan aksi di depan gedung MA, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Sebelumnya pada 11 Februari 2019 lalu mereka juga pernah melakukan aksi di tempat yang sama untuk meminta MA menindaklanjuti dengan mengeluarkan putusan yang selama ini dinanti.

Dua hari berselang pada 13 Februari 2019, MA pun merespon dengan baik tuntutan dari para korban dengan mengeluarkan putusan hukum kepada kedua terpidana Rektor Matheus Mangentang dan Direktur Pendidikan Ernawaty Simbolon.

Respon baik dari MA itu disambut baik oleh Yusuf Abraham Sally, selaku juru bicara korban mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh MA selama ini.

Sementara untuk aksi kali ini selain memberikan apresiasi kepada MA, para korban juga meminta agar segera dilakukan pelimpahan berkas putusan ke pengadilan awal yakni Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur agar bisa segera dilakukan eksekusi oleh jaksa.

“Kami meminta kepada Mahkamah Agung agar segera melimpahkan salinan putusan ke PN Jakarta Timur, karena jaksa mau mengeksekusi pun menunggu perintah dari PN Jakarta Timur sebagai pengadilan pengaju,” ujar Sally saat wawancara usai melakukan aksi.

Adapun putusan kasasi Mahkamah Agung, lanjutnya, adalah hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan.

Dalam aksinya tersebut, perwakilan korban berjumlah lima orang juga mendapat kesempatan untuk audensi dengan pihak Mahkamah Agung yang diterima oleh Kepala Biro Humas MA Abdullah.

“Setelah ini kami akan menindaklanjuti aspirasi dari para korban. Jadi apa yang tertuang dalam amar putusan itu nanti itu lah yang akan dijalankan oleh jaksa dalam mengeksekusi,” jelas Abdullah.

Yang jelas, lanjutnya, nanti dibaca saja keputusan pengadilan tingkat pertama, tingkat banding dan kasasi itu bunyinya apa, itu yang akan dilaksanakan jaksa secara utuh selaku eksekutor.

Usai melakukan audensi di dalam gedung MA, Abdullah lalu keluar menemui para korban untuk menyampaikan apa yang telah disepakati dalam pertemuan tadi.