KFDI Mempromosikan Karya Designer Indonesia

KFDI Mempromosikan Karya Designer Indonesia

Prosatu.com Jakarta РIndonesia Melalui Keragaman Budaya Bisnis Fashion yang masih tumbuh menjadi kesempatan bagi Fashion Division  untuk membesarkan bisnis dan jaringannya. Pemerintah melalui Kamar Dagang Indonesia (Kadin) penyedia sarana bagi desainer untuk berkiprah baik di ajang lokal maupun internasional. Namun sayangnya saat ini pemerintah Indonesia masih kurang sadar pentingnya design untuk memajukan pariwisata dan menambah pemasukan Negara

Melalui Kadin Fashion Design Indonesia (KFDI), mencoba mereformasi kebijakan tersebut untuk menempatkan Fashion dan design sebagai hal yang penting. Karena di FKDI ini banyak berkumpulnaya para designer dan pelaku UKMK yang perlu pembinaan,ujar Ir. H. Eddy Ganefo,MM ketua Kadin Indonesia usai pelantikan pengurus FKDI di Asya Cakung Jakarta Timur Kamis, (30/1/2019).

Saat ini Indonesia memiliki kampanye pariwisata Indonesia dengan slogan Wonderful Indonesia. menurut Eddy, kekuatan pariwisata yang dimiliki oleh Indonesia adalah keberagaman budayanya dan sebagai satu-satunya negara kepulauan terbanyak di dunia. Namun strategi promosinya masih harus diperkuat.

“Karena itu saya berharap FKDI, untuk terus meningkatkan konten-konten keragaman budaya Indonesia melalui event-event pameran, peragaan dan lainnya sekaligus untuk mengkampanyekan pariwisata Indonesia melalui kegiatan tersebut sehingga dapat menambah pemasukan negara serta menjaring dan memajukan dunia pariwisata Indonesia melalui karya-karya inovatif,” terang Eddy.

Ketua FKDI Dra. Yus Octavia MM mengatakan bahwa FKDI sudah berkiprah sejak 4 tahun lalu. FKDI selalu bekerjasama baik dengan pemerintah maupun swasta di berbagai kegiatan fashion show dan pameran.

“FKDI ada di 19 DPD seluruh Indonesia selain para designer anggota FKDI banyak dari para pengusaha UMKM. Melalui pembinaan yang di lakukan oleh Kadin seperti work shop, pameran, fashion show baik dalam dan luar negeri menjadikan UMKM anggota FKDI lebih berkembang dari semula kecil menjadi menengah dan besar. Sehinga bisa memproduksi kebutuhan eksport,” ungkapnya.

Dalam upaya menanamkan cinta budaya kata Yus, para designer diharuskan mengunakan kain tradisonal dalam berkarya. Selain sebagai identitas diri kain tradisonal Indonesia memiliki daya saing tinggi sehingga para designer Indonesia dapat bersaing dengan designer ternama dunia

Sementara sekretaris KFDI Lea Elfara berharap agar Kadin dapat terus membina para Fashion Designer Indonesia yang tergabung dalam KFDI dapat terus meningkatkan kemampuannya dalam upaya mendukung industri kreatif yang inovatif sehingga dapat bersaing di kancah Internasional.

“Saya berharap di bawah bendera Kadin Indonesia, para Fashion Designer Indonesia yang tergabung dalan KFDI bisa membantu program pemerintah melalui industri kreatif yg inovatif lewat pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dari hulu sampai hilir dengan sistem yang lebih maju dan modern, sehingga bisa lebih diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia dan mampu bersaing di mancanegara,”ujar Lea yang juga penyanyi religi.