Jelita Sejuba: Kisah Tentang Istri Tentara

Posted by

Prosatu.com Jakarta – Film ini menggambarkan pergulatan batin seorang perempuan Natuna bernama Sharifah (diperankan oleh Putri Marino) di saat Jaka (diperankan oleh Wafda Saifan Lubis) suaminya yang seorang prajurit harus berbakti kepada negara di mana setiap perpisahan untuk bertugas bisa berarti untuk selamanya.

Produser eksekutif Krisnawati sangat tergerat melihat pergolakan batin istri-istri tentara. Mereka harus bisa menjalankan dan menjaga keutuhan keluarganya ketika sang suami pergi bertugas. Pada saat yang sama, sebagai pasangan, para istri ini adalah perempuan-perempuan yang merindukan kekasihnya. ‘Namun, karena sifat dari kewajiban bela negara yang diemban para prajurit, mereka tidak bisa sembarangan berbagi keresahan dengan pasangannya yang sedang bertugas”, ungkap Krisnawati.

Prajurit membutuhkan konsentrasi penuh dalam menjalankan tugasnya, dan ‘curhat’ istri mampu menggoyahkan ketenangan pikiran seorang prajurit dalam bertugas. Jadi mencintai seorang kesatria negara itu artinya harus saling menjaga rahasia masing-masing. Hal inilah yang meyakinkan Krisnawati untuk membuat film yang terinspirasi dari perempuan-perempuan hebat yang berada di belakang prajurit-prajurit andal.

Sutradara Ray Nayoan merasa sulit untuk tidak kagum saat mendengar kisah-kisah cinta para prajurit dengan istri-istri selama riset di Natuna, Riau bersama penulis skenario Jujur Prananto. ‘Panggilan negara menciptakan suasana yang ekstrim bagi kehidupan rumah tangga. Istri seorang tentara harus menerima kondisi bahwa setiap kali suami mereka pergi bertugas itu mungkin terakhir kali mereka bertemu”, ujar Ray.

Slogan ‘lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas’ berdering lebih dalam dari sekedar tempelan di dinding. Itu adalah kontrak yang terpahat di hati para tentara. Mereka benar-benar harus siap mengorbankan dirinya untuk negara, baru setelah itu mereka bisa berkorban untuk istrinya.

“Film ini kami dedikasikan untuk para istri tentara yang luar biasa,” ujar Marlia Nurdiyani, produser film ini. “Dengan segala macam kekurangan kami tentu saja film flksi ini belum bisa menggambarkan secara utuh perjuangan para istri ini, namun kami berusaha menyajikan sebuah drama keluarga yang semoga dapat membuat para penontonnya lebih menghargai kehidupan keluarga tentara.

Wajah-wajah yang tampak gagah dalam seragam itu ternyata sama seperti kita warga sipil. Mereka juga membangun rumah tangga dan menghadapi masalah keseharian seperti pasangan pada umumnya.”

“Kami berharap kisah sederhana tentang kekuatan cinta yang bersatu dalam bakti kepada negara inl bisa mencapai hati para penonton,” tambah Ibu Krisnawati.

Selain Putri Marino dan Wafda Saifan Lubis, sederet aktor aktor berbakat turut membintangi film Jelita Sejuba. Yang sudah tidak asing lagi adalah Yayu Unru (Ayah Sharifah), Nena Rosier (Ibu Sharifah) dan Aldi Maldini (Farhan, adik Sharifah). Ada pula nama-nama baru yaitu pemain cilik Yukio (Andika, anak Sharifah), Abigail dan Mutiara Sofya (teman-teman Sharifah masa remaja), dan Harlan Kasman (Nazir) yang asli Natuna RiCkY Surya Virgana dari The White Shoes and The Couple’s Company dipercaya unmk menjadi penata musik dalam film ini. Sedangkan Theme Song OST film Jelita Sejuba yang berjudul Menunggu Kamu dipercayakan pada musisi Anji Manji.

Jelita Sejuba akan segera tayang, mulai 5 April 2018 di seluruh bioskop Indonesia. Jangan Lewatkan. (Rstm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>