Jelang Pemilu, Jangan Salah Kaprah Politisasi Masjid

Jelang Pemilu, Jangan Salah Kaprah Politisasi Masjid

Posted by

Prosatu.com Jakarta – Guna meningkatkan ukhuwah islamiyah, jamaah Masjid Al Mushonnif Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan menggelar halal bi halal yang merupakan tradisi positif Umat Islam usai merayakan hari raya idul fitri.

Dalam tausiyahnya Ustad Muhammad Iwan Yusuf menyampaikan salah satu tradisi khas muslim di Indonesia dalam menyambut Idul Fitri adalah Halal bi halal. Suatu kebiasaan yang hanya ada di tanah air kita ini sebagai ungkapan untuk saling memaafkan atas kesalahan dan kehilafan yang dilakukan.

“Halal Bi halal merupakan aktfitas seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan saudaranya, meluruskan hubungan yang sempat terputus, serta melepaskan ikatan dosa dari saudaranya dengan jalan saling memaafkan dan dengan Halal Bihalal juga mencairkan hubungan yang selama ini terkesan beku menjadi hubungan yang harmonis serta menyambung silaturahmi yang terputus,” ujar Ustad Muhammad Iwan Yusuf di hadapan jamaah Masjid Al Mushonnif, Sabtu (30/6/18)

Dikesempatan itu juga Ustad Iwan Yusuf mengajak kepada jamaah agar usai melaksanakan halal bihalal, agar tetap saling menjaga ukhuwah dan silaturahmi agar tidak pecah belah.

“Menjelang pemilu nanti, apa yang sudah kita lakukan baik sesama saudara, sahabat dan masyarakat, bila masa mendekati pemilu, pasti masing-masing menjadi egois dengan pilihan politiknya. Bila ini terjadi, maka akan menimbulkan perpecahan antar umat Islam,” ungkapnya.

Beliau juga menghimbau, untuk meminimalisir ataupun menghindari terjadinya perpecahan karena politik, dia meminta untuk tidak melakukan politik praktis dalam masjid.

“Memang benar agama Islam mengajarkan untuk berpolitik, tapi bukan untuk kepentingan sesaat ataupun ada yang diuntungkan. Terlebih dari partai politik ataupun dari kader partai secara individu. Itu tidak etis dan akan lebih terbuka perpecahan.

Dirinya juga menegaskan, masjid sebagai rumah Allah, maka jauhkan dari hal-hal yang merendahkan Allah. Jaga kebersihan, akhlak orang-orang yang didalamnya. Jangan sampai isinya caci maki dan adu domba.

“Stop provokasi, fitnah, mencaci maki dan mengajak orang lain untuk ikut partainya dan mencoblos orang yang didukungnya di dalam Masjid,” sambungnya.

Dirinya juga meminta kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan pengurus masjid untuk bisa mencegah upaya politisasi dan mengingatkan agar semua pihak tidak menjadikan masjid sebagai sarana politik praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>