DPP KIBAR Peringati Hari Perempuan Internasional

DPP KIBAR Peringati Hari Perempuan Internasional

_20160308_141130

Prosatu.com Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Departemen Perempuan Sosial dan Peningkatan SDM DPP KIBAR (Koalisi Bersama Rakyat) menggelar Diskusi Publik dengan tema “Sayangi Ibu. Selamatkan Ibu” di sekertarian DPP KIBAR, Selasa (8/3).

Dalam sambutannya, ketua penyelenggara Diskusi Publik Sumarni menjelaskan, peringatan hari ibu diketahui karena adanya kekerasan terhadap ibu di Amerika Serikan, lalu PBB menetapkan tepat tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai hari perempuan sedunia.

“Hari ibu bukan dijadikan deskriminasi terhadap para laki laki, karena para laki-laki itu sangat kuat. Perempuan harus bergerak dan kita juga harus berterimakasih kepada lelaki juga karena tidak akan indah kalau tidak ada keseimbanganan di dunia ini,”ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, gerakan sayangi ibu menjadi konsen dikarenakan gerakan ini belum terlalu besar dibandingkan dengan gerakan lainnya. “Tetapi ini harus menjadi gerakan besar karena tidak akan jadi apa apa kita kalau ibu kita tidak sehat,”terangnya.

“Ini adalah agenda kita bersama maka kita harus berkomitmen bersama dengan gerakan sayangi ibu selamatkan ibu dan tekan angka kematian ibu. Kalau gerakan ini menjadi gerakan yang masif, untuk menekan angka kematian ibu menjadi gerakan kita bersama,”tegas Sumarni.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KIBAR Devi Andra SH,MH menyampaikan, pada dasarnya manusia lahir dari seorang ibu. “Maka kita harus menyayangi ibu kita dan juga wanita, maka dari itu saya mengajak untuk menyayangi wanita di sekeliling diri pribadi masing masing,”ujarnya.

“Kedepan kita juga akan mengadakan penyuluhan kepada ibu ibu yang hamil agar mengantisipasi apakah kehamilan mereka mempunyai resiko untuk melahirkan,”lanjut Devi.

Selain diskusi publik, Departemen Perempuan Sosial dan Peningkatan SDM DPP KIBAR juga mendeklarasikan gerakan Sayangi Ibu, Selamatkan Ibu dan Tekan Angka Kematian Ibu dalam bentuk mengumpulkan tanda tangan secara bersama-sama. (bn/ps)