DKM Masjid Jami Nurul Islam Gelar Dzikir Dan Istiqosah Untuk Keselamatan Bangsa

DKM Masjid Jami Nurul Islam Gelar Dzikir Dan Istiqosah Untuk Keselamatan Bangsa

Prosatu.com Jakarta – Majelis Taklim Khutoba Jakarta Utara dan DKM Masjid Jami Nurul Islam, menggelar Dzikir Dan Istiqosah untuk Keselamatan Bangsa guna menolak hoax, ujaran kebencian dan radikalisme di Jakarta.

Ketua Generasi Muda Muslim Indonesia (GMMI) M Yuda Pratama yang hadir pada acara iru menyerukan kepada masyarakat agar menjadikan masjid sebagai sarana beribadah umat Islam serta dakwah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan menyerukan kemungkaran.

“Serukan dakwah tanpa menyelipkan berita hoax dan ujaran kebencian karena akan menimbulkan perpecahan di kalangan umat,” jelas Yuda di Jami Nurul Islam Jakarta, Selasa (12/2/2019)

Menurut Yuda, Generasi Muda Muslim Indonesia ini sebuah gerakan anak muda muslim untuk menjaga keutuhan bangsa dari berita hoax, ujaran kebencian dan radikalisme agama.

“Alhamdulillah gerakan kami ini mendapat respon sangat positif oleh masyarakat Jakarta Utara, hingga banyak yang tidak terpengaruh dengan hoax sampai acara deklarasi bersama di Masjid Jami Nurul Islam terlaksana,” tutup Yuda.

Sementara Kapolsek Koja Kompol Budi Cahyono yang mewakili Kapolres Jakarta Utara mengatakan, pihaknya terus berupaya tanpa henti melalui program unggulan Babinkamtibmas untuk menangkal berita hoax, ujaran kebencian dan radikalisme di tengah-tengah masyarakat.

Ia mengungkaokan, pihaknya juga selalu menurunkan anggota personil untuk memberikan pemahaman kepada jamaah masjid untuk tidak terpengaruh atas berita hoax, Ujaran kebencian bahkan paham radikalisme yang menjadi opini publik.

Ketua Masjid DKM Masjid Jami Nurul Islam Drs Ustadz Ach. Zailani menjelaskan rumah ibadah hendaknya digunakan untuk kegiatan ibadah termasuk dzikir dan istigotsah karena jemaah masjid belum tentu mempunyai pandangan politik yang sama.

“Situasi saat ini ada berbagai upaya untuk mencoba memanfaatkan rumah ibadah sebagai ajang penyampaian berita hoax, ujaran kebencian dan paham radikalisme atas dasar kepentingan politik praktis. Kita menolak itu semua,” jelas Ustadz Ach. Zailani.