Di Ramadhan, Komunitas Nilacare Bagikan Nasi Kotak Ke Pengemudi Angkot

Di Ramadhan, Komunitas Nilacare Bagikan Nasi Kotak Ke Pengemudi Angkot

Prosatu.com Jakarta – Komunitas Nilacare, telah memberikan inspirasi buat masyarakat dalam aksi kepedulian terhadap sesama dengan membagikan makanan untuk berbuka puasa.

Padahal di masa pandemi saat ini hampir kebanyakan dari masyarakat mengalami kesulitan, meski begitu tetap ada saja orang yang memiliki jiwa berderma peduli kepada sesama.

Seakan tak peduli dengan virus corona yang tengah mewabah saat ini, Kiki Handayani pendiri Nilacare tetap menjalankan program Nasi Jumat dengan membagikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Pada Jumat (24/4) lalu yang bertepatan dengan awal puasa, Nilacare membagikan makanan nasi kotak hasil dari bantuan komunitas pekerja migran Indonesia yang berada di Hongkong atau Anggun Cinta Perdana (ACP Hongkong) kepada pengemudi angkutan kota (angkot) di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Berbeda dari kegiatan yang dijalankan sebelum Ramadhan, di mana program Nasi Jumat dibagikan pada siang hari, namun ketika memasuki bulan puasa ini makanan dibagikan menjelang berbuka.

Para pengemudi angkot yang sebagian besar terdampak Covid-19 itu seketika “menyerbu” paket nasi kotak yang dibawa Kiki dan tim Nilacare. Mereka antusias tak menghiraukan risiko tinggi wabah corona karena jarak yang tak terpaut saat mengantre makanan.

Nilacare memilih turun langsung ke jalan dan blusukan menelusuri sudut ibu kota, karena ingin lebih akrab dari sekadar menyodorkan bantuan lalu pergi.

Nilacare tidak berbentuk yayasan, dan murni diurus Kiki sebagai garda depan. Ada tim dapur yang memasak, terdiri dari ibu-ibu dengan sisi ekonomi yang juga kekurangan.

Selain menerima nasi, para relawan juru masak itu juga mendapat upah (tidak seberapa namun ternyata sangat membantu dapur mereka).

Ide berdirinya gerakan mulia itu tercetus dari Riti Nilawati, adik dari Kiki Handriyani sang pendiri Nilacare.

Riti mengusulkan pada Kiki untuk masak nasi Jumat kemudian dibagikan ke pemulung di jalan. Merogoh kocek pribadi, Kiki bersama adik dan dua anaknya turun ke daerah Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Saat itu Kiki terbilang mengalami masa yang cukup berat, pasalnya ia baru saja bercerai di Januari 2015 dan ekonominya masih limbung karena tidak bekerja. Membawa dua anak, Kiki menumpang di rumah orang tua.

Kiki memiliki alasan melibatkan sang anak dalam kegiatan itu, yakni untuk mengajari mereka tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama. Setelah kegiatan selesai, Kiki mem-posting di Facebook, foto-foto turun ke jalan membagikan nasi.

Kini Kiki tak sendiri lagi dalam berbagi, karena tak disangka, foto-foto aksinya di media sosial tersebut direspon luar biasa dari warganet. Hingga akhirnya banyak yang tertarik ingin berkotribusi dalam gerakan nasi jumat. Ada juga yang mengirimkan baju layak pakai.