Caleg Perindo, Choky: Ingin Jaga Pancasila dan Merawat NKRI

Caleg Perindo, Choky: Ingin Jaga Pancasila dan Merawat NKRI

Prosatu.com Jakarta – Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Perindo Dapil I Jawa Barat, Choky Sitohang mengakui, dirinya terjun ke dunia politik hanya berkeinginan untuk menjaga ideologi negara Indonesia, dalam rangka menjaga persatuan dan tidak ada perpecahan terhadap bangsa Indonesia.

“Saya terjun ke dunia politik hanya ingin menjaga Pancasila dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tujuan saya ini sudah harga mati, apapun yang menentang dua hal ini harus dilawan,” kata Choky di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Menurut dia, ketika dirinya terjun ke dunia politik berarti dirinya harus siap berjuang dan melawan yang ingin merubah ideologi negara dengan argumentasinya dan mempertahankan dengan sistem yang bagus sekarang ini.

“Saya bergabung di Perindo punya visi untuk bisa mempertaruhkan NKRI dan berjuang disana. Saya berjuang tidak ingin jual kecap tapi melalui Perindo ini saya akan berjuang menjadi anggota legislatif yang dapat memberikan wadah penyalur aspirasi masyarakat,” ujar Choky.

Choky menjelaskan, dalam langkah menuju gedung DPR/MPR RI dirinya memiliki tolok ukur dalam menyerap aspirasi masyarakat. Tiga langkah perjuangan itu diantaranya, pertama mempersempit kesenjangan sosial.

“Jadi dengan menciptakan kelompok-kelompok produktif baru di sektor ekonomi, dan mengajak masyarakat untuk membayar pajak. Kedua, mengawal kebiasaan diparlemen agar tepat sasaran yang dituju. Dengan menciptakan aturan perundangan agar tidak boleh ditabrak keinginan masyarakat,” tutur Choky.

Ketiga, lanjut dia, mempercepat regulasi pendidikan dengan masif, dengan maksud agar masyarakat dapat mengenyam di dunia pendidikan dengan layak apapun latar belakangnya, apapun agamanya maupun sukunya.

“Kerinduan hati saya dapat menyampaikan keinginan agar dapat menyerap aspirasi pemilih saya di Jawa Barat Caleg nomor satu,” ucap Choky.

Alasan lainnya ungkap dia, dalam menyuarakan di Jakarta ini dengan wilayah yang terkenal dengan masyarakat yang heterogen dan majemuk ini, masih memerlukan variabel-variabel yang konsepnya masih menyimpang dari NKRI yang ada disana (Senayan). Diantaranya ada tujuh kata yang dihilangkan, dan tidak sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Saya berharap Jakarta menjadi masyarakat yang tertib, aman, dan nyaman. Jakarta secara keseluruhan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandas Choky.