Bulog Siap Tampung Beras Lokal

Bulog Siap Tampung Beras Lokal

Posted by

_20150508_194342

Prosatu.com Lebak – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kabupaten Lebak-Pandeglang siap menampung beras lokal untuk pendistribusian beras untuk masyarakat miskin di daerah itu.

“Kita berharap penyerapan beras raskin tercapai 100 persen dan tidak mendatangkan beras impor,” kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kabupaten Lebak-Pandeglang, Provinsi Banten, Herman Sadik, di Lebak, Jumat (8/5/2015).

Pihaknya kini memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang karena cukup sinergis dalam penyerapan beras lokal. Hingga 7 Mei 2015, penyerapan beras dari petani mencapai 6.500 ton dan gabah kering giling (GKG) 595 ton. Penyerapan beras lokal itu, dipastikan sampai dengan musim panen pada Juni mendatang.

Kemungkinan besar, katanya, petani dari daerah itu bisa memenuhi ketersedian beras lokal, apalagi hal itu terkait dengan kebijakan Presiden Joko Widodo tentang ketahanan pangan nasional. Bahkan, katanya, upaya memantapkan ketahanan pangan itu, melalui jalinan kerja sama dengan TNI, guna mendorong peningkatan produksi dan produktivitas padi.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana produksi, termasuk bantuan peralatan pertanian. Oleh karena itu, pihaknya optimistis petani Lebak-Pandeglang mampu memenuhi ketersedian pangan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami mendorong petani terus meningkatkan produksi beras sehingga dapat terserap oleh Bulog dengan harga patokan pemerintah (HPP),” katanya.

Pihaknya juga menjalin 30 kemitraan untuk memenuhi penyerapan beras lokal, di antaranya dengan Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan), Satuan Petugas Pengadaan, Unit Penanggulangan Gabah Beras (UPGB). Melalui kemitraan itu, mereka sudah mampu memasok beras lokal, antara lain Gapoktan Karya Mukti Pandeglang 225 ton, Gapoktan Sukabungah Lebak 30 ton, Gapoktan Sri Rama Lebak 15 ton dan Gapoktan Pelita Pandeglang 117 ton.

“Kami cukup terbantu dengan kemitraan ini sehinga bisa menyerap beras dari petani,” katanya.

Herman menyebutkan penyerapan raskin hingga pertengahan Mei 2015 untuk Kabupaten Lebak mencapai 6.902 ton dan Kabupaten Pandeglang 5.554 ton Penyerapan raskin ditargetkan mencapai 100 persen dengan pendistribusian dilaksanakan per bulan. Jumlah penerima beras raskin di Kabupaten Lebak-Pandeglang tercatat 26.996 rumah tangga sangat miskin (RTSM) dengan pagu 32.000 ton.

“Kami berharap pendistribusian raskin itu dapat dipenuhi oleh beras lokal dan tidak mendatangkan dari luar daerah,” katanya.

Enok, seorang ibu rumah tangga yang juga warga Kecamatan Rangaksbitung, Kabupaten Lebak mengaku lega setelah menerima raskin 15 kilogram dengan harga relatif murah dan terjangkau.

“Kami terbantu ketahanan pangan keluarga karena dengan menembus raskin sebesar Rp20 ribu dapat mencukupi kebutuhan 13 hari,” katanya. (Ant/ps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>