Baladhika Medika Kampanyekan Gerakan SUN Pelosok Negeri

Baladhika Medika Kampanyekan Gerakan SUN Pelosok Negeri

Prosatu.com Jakarta – Baladhika Medika mendorong gerakan Sarapan Untuk Negeri (SUN) pada anak-anak hingga ke pelosok nusantara, dan mengajak para pelajar SMA untuk memerangi narkoba.

Langkah awal dengan mengajak sekitar 253 pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri Palmerah 21 Pagi di Jalan Palmerah Barat Jakarta Barat untuk melakukan gerakan SUN.

Hasilnya sangat luar biasa, pelajar SD mulai kelas 1 hingga 6 turun ke lapangan sekolahan untuk mengikuti gerakan SUN dengan tagline “Berinarlah Matahari Matahari Bangsa”.

“Rencananya gerakan ini akan terus digaungkan di seluruh pelosok tanah air. Nah sekarang ini untuk pertama di Jakarta Barat, kemudian disusul di kota lainnya agar gerakan SUN bisa merata, dan dikenal di Indonesia,” kata Dr. Lita Gading.Spi di SDN Palmerah Jakarta Barat Selasa (11/12/2018).

Menurut dia, gerakan SUN ini tujuannya sangat positif, untuk membangun kesehatan dan pendidikan untuk negeri ini. Sehingga generasi muda agar lebih kuat, lebih sehat, lebih cerdas.

“Jadi sarapan itu moment yang sangat penting. Nah masalah sarapan pagi ini kadang dilupakan oleh para orang tua,” tutur Lita.

IMG_20181211_182628-330x219

Oleh karena itu dalam gerakan ini, lanjut dia, pihaknya akan mengikutsertakan para orang tua wali murid untuk mendampingi gerakan sarapan ini. Oleh karena banyak orang tua beranggapan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah itu tidak penting. Lebih menyedihkan lagi, sarapan bagi anak-anaknya kadang ada sekedarnya yang tidak memenuhi unsur empat sehat lima sempurna.

“Lebih parah lagi, anak-anak hanya diberi uang jajan. Tanpa memantau jajanan yang dibeli untuk sarapan. Sehingga anak-anak membeli sarapan dengan semaunya sendiri, tanpa memenuhi unsur makanan sehat dan bergizi. Nah, ini sangat memprihatinkan. Karenanya kami mengajak orang tua dalam gerakan ini,” sambungnya.

Selain gerakan SUN, sambung Lita, akan melakukan gerakan-gerakan lainnya kepada pelajar SMA sederajat seperti ikut memerangi narkoba atau no say to drug, menghindari pesta minuman keras yang sangat tidak bagus bagi kesehatan, hingga seks bebas.

Dalam gerakan SUN, diawali dengan sarapan bareng anak-anak SD yang disediakan Baladhika Medika. Setelah sarapan bersama, dilanjukan dengan berbagai acara menarik. Untuk Anak kelas 1-2 mengikuti lomba mewarnai, dan untuk anak kelas 3-6 mengikuti games dan sekaligus edukasi tentang sarapan makanan sehat. Dilanjutkan, pembacaan pesan dan kesan anak kelas 1-2 untuk orangtua. Juga pembagian hadiah dan bingkisan peserta lomba serta pembagian souvenir.

Sementara itu Dr. Rizal Alayadrus mengatakan berdasarkan data ternyata baru sekitar 40 persen anak usia Sekolah Dasar (SD) yang mendapatkan sarapan sehat sebelum jam 09.00 WIB. Padahal, sarapan memberikan banyak manfaat untuk memenuhi 15-30 persen kebutuhan gizi anak. Dari 10 anak usia SD, masih ada tujuh yang kekurangan gizi sarapan.

“Selain 40 persen anak yang tidak sarapan, sepertiga sarapan yang dikonsumsi anak belum memenuhi syarat,” jelas Dr Rizal.

Penyebab anak tidak sarapan di pedesaan, disebabkan karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan. Sedangkan di kota, lebih dikarenakan tidak tahu manfaat pentingnya sarapan. Padahal dari sisi ekonomi cukup mampu.

“Karenanya gerakan SUN ini sangat penting bagi anak-anak pelajar, demi masa depannya lebih cerdas,” saran Dr Rizal.

Ketua Umum Baladhika Indonesia Jaya, DR. Dahlia Zein, S.H., M.H. mengatakan “Kegiatan ini pertama kali yang kami lakukan sebagai langkah ikut mencerdaskan anak bangsa.

“Ini bukan kegiatan politik, namun sebuah gerakan yang memiliki nilai dan moment strategis bagi generasi muda kita ke depannya,” paparnya,

DR. Dahlia melanjutkan, ada banyak manfaat yang didapat dari sarapan. Di antaranya agar tubuh menjadi sehat, cerdas dan turut menghadirkan keceriaan di pagi hari. Tidak sarapan membuat perut kosong, kondisi lemah dan pusing. Pada kondisi ekstrem bahkan bisa menyebabkan pingsan. Sudah banyak penelitian yang membuktikan, nilai yang sarapan pada anak lebih tinggi dari yang tidak sarapan.

Jika kondisi tubuh lemah maka anak akan kesulitan berkonsentrasi dan itu mengganggu proses belajar. Jika perut terisi dan otak mendapat asupan gizi, maka dipastikan akan melalui pagi hari dengan ceria.

Sementara itu Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri Palmerah 21 Pagi mengakui event ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi orang tua wali murid dan anak-anak untuk sarapan.

“Kami sudah melakukan gerakan seperti ini, tapi ya begitu sambutannya ada yang suka, ada yang masih memberi uang jajan, Nah, semoga dengan acara ini dapat membuka wawasan bagi orang tua,” pungkasnya.